Dittipidnarkoba Bareskrim Polri berhasil mengungkap praktik peredaran narkotika di tempat hiburan malam (THM) Delona Vista, Bali. Pengungkapan ini berujung pada penangkapan tujuh individu yang diduga terlibat aktif dalam jaringan gelap tersebut. Polisi menegaskan bahwa modus operandi yang digunakan jaringan ini serupa dengan kasus-kasus sebelumnya yang telah ditindak di THM lain di Bali, menunjukkan pola terstruktur yang berulang.
Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, menjelaskan bahwa penindakan ini merupakan respons atas laporan masyarakat. Tim gabungan berhasil mengamankan para pelaku yang terdiri dari staf dan pekerja di THM tersebut. Keberhasilan ini menyoroti upaya berkelanjutan Polri dalam memberantas peredaran narkoba di berbagai fasilitas hiburan.
Tujuh tersangka yang diamankan meliputi empat perempuan dan tiga laki-laki, menunjukkan keterlibatan beragam peran dalam jaringan ini. Penangkapan ini menjadi bukti keseriusan aparat dalam memberantas kejahatan narkotika yang merusak generasi muda. Polisi terus mendalami kasus ini untuk membongkar seluruh mata rantai peredaran.
Advertisement
Advertisement
Pengungkapan dan Penangkapan Pelaku Jaringan Narkoba Delona Vista Bali
Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang ditindaklanjuti oleh Tim Subdit IV dan Satgas NIC, di bawah pimpinan Kombes Pol Kevin Leleury. Tim gabungan melakukan serangkaian penyelidikan intensif untuk memetakan pola peredaran narkotika di Delona Vista. Upaya ini membuahkan hasil signifikan dalam penangkapan para tersangka.
Pada Rabu (2/4) lalu, tim berhasil menangkap seorang kapten room berinisial INW dan seorang pelayan perempuan berinisial DI. Dari tangan kedua tersangka, petugas mengamankan delapan butir ekstasi merek TMT berwarna merah muda yang dibungkus tisu putih. Penangkapan awal ini membuka jalan bagi pengungkapan jaringan yang lebih luas.
Berdasarkan keterangan dari tersangka INW, diketahui bahwa narkotika tersebut diperoleh dari seorang perempuan berinisial UDA. Proses transaksinya melibatkan kasir berinisial DMP di room 888, yang kemudian memberitahu tersangka EH untuk menyiapkan pesanan. Narkoba lalu diserahkan kepada INW untuk diantarkan ke room 889.
Advertisement
Dalam penggeledahan lanjutan, ditemukan pula satu klip plastik narkotika jenis sabu milik pengunjung laki-laki berinisial MH. MH mengaku sabu tersebut dibeli dari seseorang yang berada di dalam lapas sekitar tiga hari sebelumnya. Total 21 butir ekstasi merek TMT warna merah muda juga ditemukan, yang sempat dibuang oleh tersangka UDA, yang mengaku barang tersebut didapat dari inisial N.
Advertisement
Modus Operandi Peredaran Narkoba di THM
Brigjen Pol Eko Hadi Santoso menjelaskan bahwa modus operandi yang digunakan jaringan peredaran narkoba Delona Vista Bali ini cukup terstruktur. Proses dimulai dengan screening awal terhadap calon pembeli, memastikan keamanan transaksi. Setelah dinilai aman, pelayan akan bertindak sebagai penghubung ke pengedar.
Pelayan kemudian akan menghubungkan pembeli dengan pengedar lapangan yang disebut 'garda' atau petugas keamanan yang bertindak sebagai pemegang narkoba. Garda akan mendatangi langsung room pengunjung, menanyakan kebutuhan narkotika, dan meminta pembayaran dilakukan di muka. Sistem ini dirancang untuk meminimalkan risiko penangkapan.
Distribusi narkoba dilakukan secara efisien; jika stok tersedia, garda menyerahkan uang kepada kasir, dan narkotika jenis ekstasi langsung diserahkan kepada pengunjung. Namun, jika stok tidak tersedia, garda akan melakukan pengadaan barang dari jaringan lain untuk memenuhi permintaan. Pola ini menunjukkan fleksibilitas dan jangkauan jaringan.
Advertisement
Advertisement
Peran Terstruktur dalam Jaringan Narkoba Delona Vista Bali
Jaringan pengedar narkoba di THM Delona Vista Bali ini memiliki pembagian peran yang sangat jelas dan terstruktur. Setiap individu memiliki tugas spesifik yang mendukung kelancaran peredaran narkotika. Pembagian peran ini membuat jaringan sulit untuk diendus dan diberantas secara keseluruhan.
Pelayan memiliki peran ganda sebagai 'filter' dan 'penghubung' antara pembeli dan pengedar. Mereka bertanggung jawab untuk melakukan screening awal dan memastikan calon pembeli aman sebelum menghubungkan ke mata rantai selanjutnya. Peran ini sangat krusial dalam menjaga kerahasiaan operasi.
Sementara itu, 'garda' bertindak sebagai pengedar utama yang berinteraksi langsung dengan pengunjung. Petugas keamanan berperan sebagai pemegang atau penanganan barang bukti narkotika, sementara kasir mengelola keuangan hasil transaksi. Struktur ini menunjukkan bahwa peredaran narkotika di Delona Vista Bali dilakukan secara terorganisir dengan memanfaatkan fasilitas tempat hiburan malam tersebut secara maksimal.
Advertisement
Sumber: AntaraNews