Penyaluran Bantuan Pangan Mojokerto Tuntas, 14.507 KK Terima Manfaat Sebelum dan Sesudah Lebaran

Pemerintah Kota Mojokerto sukses menuntaskan penyaluran bantuan pangan alokasi Februari–Maret 2026 kepada 14.507 kepala keluarga, memastikan kebutuhan pokok terpenuhi dan menjaga stabilitas harga di Mojokerto.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Penyaluran Bantuan Pangan Mojokerto Tuntas, 14.507 KK Terima Manfaat Sebelum dan Sesudah Lebaran
Pemerintah Kota Mojokerto sukses menuntaskan penyaluran bantuan pangan alokasi Februari–Maret 2026 kepada 14.507 kepala keluarga, memastikan kebutuhan pokok terpenuhi dan menjaga stabilitas harga di Mojokerto. (AntaraNews)

Pemerintah Kota Mojokerto telah merampungkan penyaluran bantuan pangan alokasi Februari–Maret 2026 dari Pemerintah Pusat, menjangkau total 14.507 kepala keluarga (KK) di wilayahnya. Penyaluran ini sebagian besar dilakukan sebelum perayaan Idul Fitri untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat. Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menegaskan bahwa inisiatif ini sangat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka.

Proses distribusi bantuan pangan ini diselesaikan secara bertahap, dengan sebagian besar wilayah menerima bantuan sebelum Lebaran dan sisanya setelah hari raya. Peninjauan langsung oleh Wali Kota di Kelurahan Gununggedangan menandai komitmen pemerintah daerah. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, turut memastikan bahwa bantuan sampai kepada masyarakat yang berhak.

Program bantuan pangan ini tidak hanya bertujuan meringankan beban ekonomi rumah tangga, tetapi juga menjadi strategi penting dalam menjaga daya beli masyarakat. Selain itu, upaya ini juga berkontribusi pada pengendalian inflasi daerah, seperti yang disampaikan oleh Wali Kota Mojokerto.

Strategi Penyaluran dan Dampak Ekonomi Bantuan Pangan Mojokerto

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan pangan ini dirancang untuk segera menjangkau masyarakat, terutama menjelang momen Lebaran. Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan pangan dan meringankan beban finansial keluarga di tengah lonjakan kebutuhan. Sisa distribusi di dua kecamatan, Magersari dan Prajurit Kulon, diselesaikan beberapa hari setelah Lebaran, menandai tuntasnya seluruh program.

Bantuan pangan ini memiliki peran ganda, tidak hanya sebagai penopang kebutuhan dasar, tetapi juga sebagai instrumen ekonomi. Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota, menekankan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi Pemkot Mojokerto untuk menjaga daya beli warga. Dengan demikian, masyarakat dapat tetap memenuhi kebutuhan pokok tanpa terbebani oleh kenaikan harga yang fluktuatif.

Lebih lanjut, inisiatif ini juga berfungsi sebagai alat efektif dalam mengendalikan inflasi daerah. Dengan adanya pasokan pangan yang terjamin dan terdistribusi merata, tekanan terhadap harga di pasar dapat diminimalisir. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah pusat untuk menjaga stabilitas ekonomi makro.

Peran Bulog dan Upaya Stabilitas Harga Pangan di Mojokerto

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, secara langsung meninjau proses penyaluran bantuan pangan di Kota Mojokerto. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa bantuan yang merupakan program pemerintah pusat benar-benar diterima oleh masyarakat penerima manfaat yang berhak. Komitmen Bulog dalam mengawal distribusi ini sangat krusial untuk keberhasilan program.

Program bantuan pangan ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo, dengan target menjangkau lebih dari 33 juta masyarakat di seluruh Indonesia. Tujuannya adalah meringankan beban ekonomi keluarga serta menjaga stabilitas harga pangan di tingkat nasional. Bulog berperan aktif dalam memastikan logistik dan distribusi berjalan lancar hingga ke tangan penerima.

Ramdhani juga menegaskan bahwa kondisi harga kebutuhan pokok saat ini masih terkendali dan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap isu kenaikan harga. Ia memastikan bahwa pasokan aman dan harga-harga stabil, sehingga tidak ada alasan untuk panik. Pernyataan ini memberikan ketenangan bagi masyarakat di tengah berbagai spekulasi pasar.

Penguatan Distribusi Lokal dan Keamanan Pangan Melalui Bantuan Pangan Mojokerto

Selain penyaluran langsung, Pemerintah Kota Mojokerto juga memperkuat sistem distribusi pangan melalui jaringan lokal yang solid. Sebanyak 18 Pracangan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah diaktifkan di seluruh kelurahan. Jaringan ini menjadi tulang punggung dalam memastikan akses pangan yang merata.

Keberadaan Pracangan TPID dan KDKMP di setiap kelurahan memungkinkan distribusi beras dan kebutuhan pokok lainnya menjadi lebih terjangkau. Hal ini juga membantu menjaga harga tetap terkendali di tingkat lokal, mengurangi disparitas harga antar wilayah. Upaya ini merupakan bentuk nyata komitmen Pemkot dalam menjaga ketahanan pangan.

Sinergi antara pemerintah daerah, Bulog, dan jaringan distribusi lokal ini menciptakan ekosistem pangan yang lebih tangguh. Dengan demikian, masyarakat di Kota Mojokerto tidak hanya mendapatkan bantuan saat ini, tetapi juga memiliki akses yang lebih baik terhadap kebutuhan pokok secara berkelanjutan. Ini adalah langkah strategis untuk keamanan pangan jangka panjang.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi