Waspada Hoaks Catut Nama Prabowo Subianto di Media Sosial, Pastikan Cek Kebenarannya

Salah satu hoaks yang beredar adalah foto yang menunjukkan Presiden Prabowo berdampingan dengan Presiden AS Donald Trump sambil memamerkan daging babi.

Mevi Linawati
Oleh Mevi Linawati - Reporter
Waspada Hoaks Catut Nama Prabowo Subianto di Media Sosial, Pastikan Cek Kebenarannya
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Tasyakuran 1 Tahun Danantara di Wisma Danantara Jakarta, Rabu (11/3/2026). (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden). (© 2026 Liputan6.com)

Presiden Prabowo Subianto sering kali menjadi sasaran berita palsu atau hoaks yang beredar di media sosial. Salah satu contohnya adalah sebuah postingan yang menunjukkan Presiden Prabowo berfoto dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sambil memamerkan daging babi. Namun, perlu dicatat bahwa foto tersebut adalah hasil editan.

Foto aslinya memperlihatkan momen ketika Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump menandatangani Perjanjian Perdagangan Timbal Balik antara Indonesia dan Amerika Serikat, yang berlangsung di Washington, D.C., pada Kamis, 19 Februari 2026.

Berikut adalah beberapa hoaks yang berkaitan dengan Prabowo Subianto yang telah beredar di media sosial:

1. Cek Fakta: Hoaks Foto Presiden Prabowo dengan Donald Trump Pamer Produk Daging Babi

Sebagaimana dilansir dari Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan adanya postingan yang menunjukkan Presiden Prabowo berfoto dengan Donald Trump, di mana keduanya terlihat memamerkan daging babi. Postingan tersebut telah beredar sejak beberapa waktu lalu, dan salah satu akun mengunggahnya di Facebook pada 27 Februari 2026.

Dalam unggahan itu, terdapat foto yang menunjukkan Presiden Prabowo dan Donald Trump, disertai narasi yang berbunyi: "Pamer Daging Babi Prabowo dan Donal Tram. MUI Jangan di Makan makanan haram". Akun tersebut juga menambahkan narasi: "Pamer daging babi Prabowo & Donal Tram. Bagaimana Menurut Natizen??.."

Lalu, apakah benar postingan tersebut menunjukkan Presiden Prabowo bersama Donald Trump yang sedang memamerkan daging babi? Untuk mengetahui lebih lanjut, simak hasil penelusurannya di sini.

Hoaks Presiden Prabowo Sebut Donald Trump dan Benjamin Netanyahu Takut Kepadanya karena Macan Asia

Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan sebuah postingan yang menyatakan bahwa Presiden Prabowo mengklaim bahwa Donald Trump dan Benyamin Netanyahu takut padanya karena dia disebut sebagai Macan Asia. Postingan ini mulai beredar sejak pertengahan pekan lalu, dan salah satu akun di Facebook mengunggahnya pada tanggal 5 Maret 2026. Dalam unggahan tersebut terdapat tangkapan layar dari TV One News yang menyertakan narasi: "Prabowo! Trump dan Netanyahu Takut Dengan Saya, Amerika dan Israel Tau Kalu Prabowo Adalah Macan Asia yg ditakuti Di Asia."

Namun, benarkah klaim bahwa Presiden Prabowo menyatakan Donald Trump dan Benyamin Netanyahu takut padanya karena gelar Macan Asia? Untuk menjawab pertanyaan ini, simak hasil penelusuran yang telah dilakukan oleh tim kami. Informasi lebih lanjut dapat ditemukan dalam tautan berikut: berikut ini.

Hoaks Dubes Iran Meminta Prabowo Lebih Memperhatikan Rakyat Miskin Ketimbang Jadi Mediator Iran dan AS

Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan bahwa terdapat sebuah postingan yang menyebutkan Dubes Iran meminta Presiden Prabowo untuk lebih fokus pada urusan rakyat yang miskin daripada terlibat dalam mediasi antara Iran dan AS. Postingan ini mulai beredar sejak awal pekan ini, dan salah satu akun di Facebook mengunggahnya pada tanggal 4 Maret 2026. Dalam unggahan tersebut, terdapat foto Dubes Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, bersama Presiden Prabowo, disertai dengan narasi yang berbunyi: “Iran tolak ajakan mediasi Indonesia dengan AS: Lebih baik urus rakyat anda masih banyak yang m1sk1n! Kami tidak membuka ruang mediasi dengan AS!”

Akun tersebut juga menambahkan narasi lain yang berbunyi: “apa ora isi wo mau kesana kemari ngabisin duit rakyat, mau mendamaikan, dikira perang sarung kali”. Dengan demikian, muncul pertanyaan mengenai kebenaran klaim bahwa Dubes Iran meminta Presiden Prabowo untuk lebih memperhatikan rakyatnya yang miskin ketimbang terlibat dalam mediasi antara Iran dan AS. Untuk mengetahui kebenaran dari postingan ini, simak hasil penelusuran yang telah dilakukan.

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Hal inilah yang menjadi alasan kami mendirikan Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada tahun 2018, yang hingga saat ini terus aktif memberikan literasi media kepada masyarakat. Sejak tanggal 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com telah bergabung dengan International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi mitra Facebook. Kami juga terlibat dalam inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun tidak akan memengaruhi independensi kami.

Apabila Anda memiliki informasi terkait hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan kirimkan melalui email ke cekfakta.liputan6@kly.id. Jika Anda ingin mendapatkan jawaban lebih cepat, Anda dapat menghubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di nomor 0811-9787-670. Dengan upaya ini, kami berharap dapat membantu masyarakat dalam mengenali dan menangkal informasi yang tidak akurat.

Rekomendasi