Ratusan personel gabungan dari berbagai instansi keamanan dan pemerintah dikerahkan untuk mengamankan jalur Puncak, Jawa Barat, selama pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026. Operasi ini berlangsung dari tanggal 13 hingga 25 Maret 2026, bertujuan untuk menjaga ketertiban dan kelancaran arus lalu lintas.
Pengamanan intensif ini melibatkan Kepolisian, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Dinas Perhubungan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dengan fokus utama pada antisipasi kepadatan dan potensi kecelakaan lalu lintas. Upaya terpadu ini mencakup wilayah dari Simpang Gadog di Kabupaten Bogor hingga perbatasan Kabupaten Cianjur.
Langkah proaktif ini diambil mengingat jalur Puncak seringkali mengalami peningkatan volume kendaraan signifikan, terutama selama periode libur panjang seperti Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Petugas disebar di titik-titik rawan kemacetan dan kecelakaan di sepanjang 22,8 kilometer jalur tersebut.
Advertisement
Advertisement
Kolaborasi Personel Gabungan untuk Pengamanan Jalur Puncak
Operasi Ketupat Lodaya 2026 melibatkan kolaborasi erat antara berbagai lembaga untuk Pengamanan Jalur Puncak. Kepala Bagian Operasi Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor (Polres) Bogor, Iptu Ardian Novianto Azhari, menjelaskan bahwa pengamanan dilakukan secara terpadu. Ini mencakup area vital mulai dari Simpang Gadog di Kabupaten Bogor hingga perbatasan Kabupaten Cianjur.
Total personel yang dikerahkan cukup besar, memastikan cakupan pengamanan yang luas dan efektif. Dari Satuan Lalu Lintas Polres Bogor sendiri, terdapat 128 personel yang bertugas. Dukungan juga datang dari 60 personel Dinas Perhubungan, 10 petugas BPBD, dan 10 petugas Basarnas.
Selain itu, 30 anggota Satuan Polisi Pamong Praja turut serta dalam pengamanan ini. Polres Bogor juga mendapat bantuan kendali operasi (BKO) dari Korps Brigade Mobil Polri sebanyak 100 personel. Sebanyak 50 personel dari Satuan Sabhara Badan Pemelihara Keamanan Polri juga ikut membantu.
Advertisement
Tidak ketinggalan, 10 personel Pengendalian Massa dari Kepolisian Daerah Jawa Barat serta personel dari Komando Rayon Militer (Koramil) setempat turut memperkuat barisan. "Totalnya memang di jalur Puncak ini cukup banyak, dan Insya Allah itu bisa kami berdayakan untuk mengantisipasi apabila nanti ada terjadi kepadatan-kepadatan," ujar Ardian di Pos Terpadu Simpang Gadog, Bogor.
Advertisement
Fokus Pengawasan dan Antisipasi Kepadatan Lalu Lintas
Personel keamanan disebar di berbagai titik strategis untuk pengaturan lalu lintas kendaraan dan pos pengamanan di sepanjang jalur Puncak. Jalur yang memiliki panjang sekitar 22,8 kilometer ini dikenal dengan karakteristik tanjakan dan tikungan yang menantang. Penempatan personel ini bertujuan untuk meminimalkan risiko kecelakaan dan kemacetan.
Selama bulan Ramadhan dan libur Hari Raya Idul Fitri, pengawasan lalu lintas kendaraan di jalur Puncak ditingkatkan secara signifikan. Peningkatan pengawasan ini merupakan langkah preventif guna mengurangi potensi kemacetan parah yang kerap terjadi pada periode tersebut. Selain itu, upaya ini juga menekan angka kecelakaan lalu lintas.
Pada hari kedua pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026, fokus utama petugas adalah melakukan pengamanan dan mengantisipasi kepadatan lalu lintas kendaraan. Hal ini menunjukkan keseriusan pihak berwenang dalam menjaga kelancaran arus kendaraan dan keselamatan pengguna jalan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews