Tim SAR Temukan Korban Terakhir Longboat Tenggelam di Tanimbar, Operasi Pencarian Berakhir

Operasi pencarian korban longboat tenggelam di Perairan Tanimbar akhirnya tuntas setelah Tim SAR Gabungan menemukan korban terakhir, Iman Kalean. Bagaimana kronologi lengkapnya kecelakaan laut yang menewaskan empat orang ini?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tim SAR Temukan Korban Terakhir Longboat Tenggelam di Tanimbar, Operasi Pencarian Berakhir
Operasi pencarian korban longboat tenggelam di Perairan Tanimbar akhirnya tuntas setelah Tim SAR Gabungan menemukan korban terakhir, Iman Kalean. Bagaimana kronologi lengkapnya kecelakaan laut yang menewaskan empat orang ini? (AntaraNews)

Tim SAR Gabungan berhasil menuntaskan operasi pencarian korban longboat tenggelam di sekitar Perairan Desa Watmasa, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku. Korban terakhir, Iman Kalean, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (12/2), mengakhiri pencarian yang berlangsung selama tiga hari. Insiden tragis ini bermula dari kecelakaan laut yang terjadi pada 9 Februari 2026 akibat cuaca buruk.

Kecelakaan longboat ini melibatkan sepuluh penumpang yang bertolak dari Desa Larat menuju Desa Karatat. Enam penumpang berhasil selamat, sementara empat lainnya dinyatakan meninggal dunia setelah proses pencarian intensif. Penemuan korban terakhir ini memastikan seluruh penumpang telah ditemukan, baik dalam keadaan selamat maupun meninggal.

Kasiops Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ambon Maluku, Andry Azwan Henaulu, mengonfirmasi penemuan korban terakhir ini. Operasi SAR melibatkan berbagai unsur potensi SAR yang bekerja keras di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat di perairan tersebut.

Penemuan Korban Terakhir dan Kronologi Pencarian

Operasi SAR gabungan memasuki hari ketiga pada Kamis (12/2) dengan fokus pencarian di sejumlah titik koordinat di Perairan Desa Watmasa. Tim SAR bekerja sejak pukul 07.00 WIT, menghadapi tantangan cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat di wilayah Pulau Tanimbar. Upaya keras ini membuahkan hasil signifikan dalam menemukan korban yang hilang.

Pada pukul 09.00 WIT, korban terakhir, Iman Kalean, berhasil ditemukan oleh Tim SAR Gabungan. Ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 1,52 nautical mile arah Tenggara dari lokasi awal kejadian. Penemuan ini menjadi titik akhir dari operasi pencarian yang telah berlangsung sejak insiden terjadi.

Setelah ditemukan, jenazah Iman Kalean segera dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan menuju Desa Watmasa. Korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses selanjutnya. Proses penyerahan ini menandai tuntasnya seluruh tahapan operasi SAR terkait kecelakaan longboat ini.

Detail Insiden dan Daftar Korban Longboat Tenggelam

Kecelakaan laut ini terjadi pada tanggal 9 Februari 2026, sekitar pukul 17.00 WIT, saat sebuah longboat yang membawa sepuluh penumpang berlayar dari Desa Larat menuju Desa Karatat. Perjalanan yang seharusnya singkat tersebut berubah menjadi musibah ketika longboat dihantam cuaca buruk di sekitar Perairan Desa Watmasa, menyebabkan kapal tenggelam. Insiden ini menjadi perhatian serius bagi keselamatan pelayaran di wilayah tersebut.

Dari sepuluh penumpang, enam orang berhasil ditemukan selamat dan tiga orang lainnya ditemukan meninggal dunia pada 10 Februari sekitar pukul 02.00 WIT dini hari. Mereka dievakuasi oleh masyarakat setempat menuju Desa Watmasa. Korban yang dinyatakan hilang saat itu adalah Iman Kalean, yang kemudian ditemukan pada hari ketiga operasi SAR.

Berikut adalah daftar nama-nama korban dalam musibah longboat tenggelam ini:

  • Korban Selamat: Lepa Sangaji, Fitri Ngol-Ngol, Fathur Kalea, Satrio Rewul, Ardi Wiranata Luturmas, Malaki Kalean.
  • Korban Meninggal Dunia: Nuria Ubfaan, Nurhaji Maulana, Ade Irma Paca, serta Iman Kalean.

Kolaborasi Tim SAR Gabungan dalam Operasi Pencarian

Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) pasca-kecelakaan longboat tenggelam ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Pos SAR Saumlaki menjadi koordinator utama dalam operasi ini, mengerahkan personel dan peralatan yang dibutuhkan. Kerja sama lintas instansi sangat krusial dalam menghadapi kondisi lapangan yang menantang.

Unsur-unsur Potensi SAR yang terlibat meliputi Rescuer Pos SAR Saumlaki, Ditpolair Polda Maluku, Polairud Polres Saumlaki, dan PENDAM XV Pattimura. Selain itu, masyarakat setempat juga turut berpartisipasi aktif dalam upaya pencarian dan evakuasi korban. Keterlibatan masyarakat menunjukkan solidaritas yang kuat dalam menghadapi musibah.

Alat utama yang digunakan dalam operasi ini antara lain RIB (Rigid Inflatable Boat) milik Pos SAR Saumlaki, speedboat milik Polair Saumlaki, serta longboat milik masyarakat. Penggunaan berbagai jenis alat transportasi laut ini memungkinkan jangkauan pencarian yang lebih luas dan efektif di area perairan yang menjadi lokasi kejadian. Sinergi ini memastikan operasi berjalan optimal.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi