Kelakar Hakim Arief Hidayat Ingin Cucu Lahir di Solo: Biar Bisa Jadi Presiden atau Wakil Presiden

Guyonan itu disampaikan Hakim Arief dalam pidato di acara wisuda purnabakti Hakim Konstitusi.

Winda Nelfira
Oleh Winda Nelfira - Reporter
Kelakar Hakim Arief Hidayat Ingin Cucu Lahir di Solo: Biar Bisa Jadi Presiden atau Wakil Presiden
Kelakar Hakim Arief Hidayat Ingin Cucu Lahir di Solo: Biar Bisa Jadi Presiden atau Wakil Presiden (Merdeka.com)

Hakim Konstitusi Arief Hidayat melontarkan guyonan saat menceritakan kisah keluarganya, khususnya terkait harapan terhadap masa depan cucunya. Dalam pernyataannya, Arief mengaku sempat bercanda soal keinginan agar cucunya lahir di Solo.

Guyonan itu disampaikan Hakim Arief dalam pidato di acara wisuda purnabakti Hakim Konstitusi yang digelar di Ruang Sidang Pleno Gedung I Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Rabu (4/2).

Arief menceritakan pengalaman anak bungsunya yang saat itu memiliki dua pilihan lokasi persalinan, yakni Semarang dan Solo setelah mengetahui calon anaknya berjenis kelamin laki-laki.

“Tapi tidak jadi kenyataan itu, tapi yang lucu anak saya yang bungsu setelah jadi dosen di UNS anaknya yang kecil waktu melahirkan itu ada pilihan bisa melahirkan di Semarang dan bisa melahirkan di Solo. Anak saya Angga mengatakan, ‘Pak, ini katanya sudah di-USG anak saya laki-laki, berarti cucu Papa nanti laki-laki biar lahir di Solo ya? Karena kalau lahir di Solo bisa jadi presiden atau wakil presiden’,” kata Arief.

Solo Simbol Perjalanan Indonesia

Menurutnya, candaan tersebut dikaitkan dengan anggapan bahwa Solo memiliki makna simbolik dalam perjalanan bangsa Indonesia. Dia menyebut kota tersebut kerap diasosiasikan dengan keberkahan kepemimpinan.

“Karena Solo itu berkahnya Indonesia katanya begitu, tapi menjadi presiden atau wakil presiden yang baik itu doa saya pada cucu saya yang terakhir yang laki-laki ini,” ujar Arief.

Ingin Anak Jadi Wapres

Lebih lanjut, dia juga mengungkapkan bahwa dirinya pernah memiliki harapan agar anaknya dapat menempuh jalur politik hingga menjadi wakil presiden, meskipun pada akhirnya tidak terwujud.

“Tapi saya sebetulnya pengen anak saya bisa jadi wakil presiden,” kata dia.

Menurut Arief, pada akhirnya anak-anaknya kini memilih jalur akademik dan berkarier sebagai dosen di perguruan tinggi negeri.

“Saya terima kasih pada anak-anak saya yang telah mendukung karier bapaknya tidak merepotkan, tidak pernah aneh-aneh tidak minta ini, minta itu, tapi anak-anak memilih berkarier sebagai dosen yang sekarang yang sulung di Undip dan yang bungsu di UNS dan dua-duanya pengen cuman pengen jadi dosen,” kata Arief.



Rekomendasi