Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan. Pada tahun 2026, Pemkab Banyuasin akan memfasilitasi kegiatan Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) bagi 409 mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Sriwijaya (Unsri). Program ini akan dilaksanakan di 40 desa yang tersebar di tiga kecamatan, yaitu Rambutan, Sembawa, dan Suak Tapeh, menegaskan peran vital pemerintah daerah dalam pendidikan dan kesehatan masyarakat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuasin, Erwin Ibrahim, menyambut baik inisiatif ini, menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk memberikan fasilitas terbaik bagi para mahasiswa. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa, tetapi juga membawa dampak positif bagi kesehatan masyarakat setempat. Melalui PBL, mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah secara langsung di tengah masyarakat.
Fasilitasi ini merupakan bagian integral dari upaya Pemkab Banyuasin untuk memperkuat sektor kesehatan dan pendidikan di wilayahnya. Koordinasi erat antara FKM Unsri dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait menjadi kunci sukses pelaksanaan program. Hal ini memastikan bahwa seluruh aspek logistik dan keamanan mahasiswa selama berada di lapangan dapat terpenuhi dengan baik.
Advertisement
Advertisement
Dukungan Penuh Pemkab Banyuasin untuk PBL Mahasiswa Kesehatan
Pemerintah Kabupaten Banyuasin telah menyatakan dukungan penuhnya terhadap pelaksanaan Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) bagi mahasiswa FKM Unsri. Sekretaris Daerah Erwin Ibrahim menegaskan bahwa Pemkab Banyuasin siap memfasilitasi segala kebutuhan mahasiswa selama program berlangsung. Dukungan ini mencakup penyediaan lokasi, koordinasi dengan pihak desa, hingga jaminan keamanan.
Kegiatan PBL Mahasiswa Kesehatan Banyuasin ini akan melibatkan 40 desa di tiga kecamatan, yakni Rambutan, Sembawa, dan Suak Tapeh. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada kebutuhan dan potensi pengembangan kesehatan masyarakat di wilayah tersebut. Mahasiswa diharapkan dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat untuk mengidentifikasi permasalahan kesehatan dan merumuskan solusi yang tepat guna.
Untuk kelancaran program, FKM Unsri dipersilakan untuk berkoordinasi langsung dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkab Banyuasin. Koordinasi ini penting untuk memastikan sinergi antara program akademik dan kebijakan pemerintah daerah. Selain itu, aspek pengamanan mahasiswa juga menjadi prioritas, dengan melibatkan aparat keamanan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta kepala desa dan camat setempat.
Advertisement
Sekda Erwin Ibrahim juga menekankan pentingnya komunikasi yang cepat dan efektif jika terjadi kendala di lapangan. Dengan demikian, setiap permasalahan yang muncul dapat segera dicarikan solusi terbaik. Komitmen ini menunjukkan keseriusan Pemkab Banyuasin dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan aman bagi para calon tenaga kesehatan.
Advertisement
PBL sebagai Pilar Penting Kurikulum dan Penerapan Ilmu Kesehatan Masyarakat
Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Unsri, Misnaniarti, menjelaskan bahwa Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) merupakan bagian esensial dari kurikulum pendidikan S-1 Ilmu Kesehatan Masyarakat. Kegiatan ini adalah mata kuliah wajib yang harus diikuti oleh setiap mahasiswa. PBL dirancang untuk menjembatani teori yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan, khususnya dalam konteks kesehatan masyarakat.
Tujuan utama dari kegiatan PBL Mahasiswa Kesehatan Banyuasin adalah memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dan menerapkan pengetahuan serta keterampilan yang telah mereka peroleh. Ini termasuk kemampuan analisis masalah kesehatan, perencanaan intervensi, hingga evaluasi program. Melalui PBL, mahasiswa dapat mengembangkan pemahaman yang komprehensif tentang isu-isu kesehatan di komunitas.
Selain itu, PBL juga bertujuan untuk mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan dengan pendekatan multidisipliner di bidang kesehatan masyarakat. Mahasiswa akan diajak untuk melihat masalah kesehatan dari berbagai perspektif dan bekerja sama dengan berbagai pihak. Pendekatan ini sangat penting mengingat kompleksitas tantangan kesehatan yang ada di masyarakat.
Advertisement
Partisipasi aktif mahasiswa dalam PBL diharapkan dapat menghasilkan inovasi dan solusi praktis untuk masalah kesehatan di 40 desa yang menjadi lokasi program. Pengalaman ini tidak hanya memperkaya kompetensi akademik mahasiswa, tetapi juga membentuk mereka menjadi tenaga kesehatan masyarakat yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan komunitas.
Sumber: AntaraNews