Tampang Kadus dan Ketua Karang Taruna Cabul, Lecehkan Mahasiswi KKN Kini Langsung Dijebloskan ke Penjara

Kepala dusun dan ketua karang taruna cabul kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya langsung ditahan usai jalani pemeriksaan.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Tampang Kadus dan Ketua Karang Taruna Cabul, Lecehkan Mahasiswi KKN Kini Langsung Dijebloskan ke Penjara
Tampang Kadus dan Ketua Karang Taruna Cabul, Lecehkan Mahasiswi KKN Kini Langsung Dijebloskan ke Penjara (Merdeka.com)

Setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka, dua pelaku pencabulan terhadap mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Payaraman, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, dilakukan penahanan. Sementara korban dikabarkan masih trauma berat.

Kedua tersangka berstatus sebagai Ketua Karang Taruna dan Kepala Dusun, masing-masing inisial H dan S. Keduanya ditahan di Mapolres Ogan Ilir untuk proses hukum lebih lanjut.

"Benar, dua tersangka langsung kami tahan setelah menjalani pemeriksaan," ungkap Kasatres Perlindungan Perempuan dan Anak dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA dan PPO) Polres Ogan Ilir Iptu Try Nensy Nirmalasary, Selasa (27/1).

Try mengatakan, penahanan setelah penyidik menemukan cukup alat bukti dan khawatir keduanya melarikan diri. Penyidik segera melengkapi berkas perkara guna dilimpahkan ke kejaksaan.

"Secepatnya diproses agar bisa segera disidang," kata Try.

Korban Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Palembang

Kadus dan Ketua Karang Taruna Cabul lecehkan mahasiswi KKN
Kadus dan Ketua Karang Taruna Cabul lecehkan mahasiswi KKN merdeka.com

Dari penyelidikan, kasus ini terjadi saat korban yang merupakan mahasiswi Universitas Muhammadiyah Palembang inisial S, melaksanakan kegiatan KKN pada 29 Agustus 2025 sekitar pukul 01.00 WIB di lokasi posko KKN.

Modus Pelaku

Sebelum kejadian, mereka menggelar rapat terkait acara penutupan KKN yang juga kedua tersangka. Usai rapat, korban masuk kamar. Tak lama, H masuk tanpa izin lalu mengunci pintu.

Saat itulah H memeluk dari belakang dan melecehkannya. Korban melawan dan teriak. Bukannya menolong, S malah ikut melakukan pelecehan dan menahan kunci kamar.

Keduanya tertawa saat korban menangis dan ketakutan. Cukup lama, korban barulah bisa keluar dari kamar setelah diselamatkan temannya. "Korban masih dilakukan pendampingan karena dalam kondisi trauma berat," kata Try.

Rekomendasi