Konjen Australia Rayakan HUT ke-10 di Makassar, Perkuat Hubungan Makassar Australia dan Kisah Marege

Peringatan HUT ke-10 Konjen Australia di Makassar memperkuat Hubungan Makassar Australia, mengenang sejarah 'Marege' antara masyarakat Sulawesi Selatan dan suku Aborigin.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Konjen Australia Rayakan HUT ke-10 di Makassar, Perkuat Hubungan Makassar Australia dan Kisah Marege
Konsulat Jenderal Australia di Makassar merayakan hari jadi ke-10 dengan mengangkat kembali kisah historis 'Marege', memperkuat ikatan budaya dan dagang antara Australia dan Makassar yang telah terjalin sejak lama. (AntaraNews)

Konsulat Jenderal (Konjen) Australia di Makassar merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10 dengan serangkaian kegiatan istimewa. Perayaan ini bertujuan mempererat hubungan bilateral antara Australia dan wilayah Indonesia timur, khususnya Sulawesi Selatan. Acara puncak digelar pada Sabtu (24/1) di Makassar, dihadiri oleh berbagai pihak terkait.

Konjen Australia Todd Dias menyatakan kehadiran kantor konsulat di Makassar sejak 2016 merupakan upaya strategis. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kerja sama di berbagai sektor. Peringatan ini juga menjadi momentum refleksi atas jalinan persahabatan yang telah terjalin lama.

Salah satu sorotan utama perayaan adalah "storytelling" tentang "Marege", yang mengisahkan hubungan historis. Kisah ini menggambarkan interaksi antara orang Makassar dan Suku Aborigin di Australia. Ini menunjukkan kedalaman ikatan budaya dan perdagangan yang telah berlangsung berabad-abad.

Menguak Sejarah "Marege": Jalinan Persahabatan Abad ke-17

Kisah "Marege" menjadi inti dari peringatan HUT ke-10 Konjen Australia di Makassar. Marege Institut membawakan cerita tentang perahu tradisional Makassar, Padewakang. Perahu ini berlayar melintasi lautan, dipandu angin muson barat menuju pantai utara Marege, kini dikenal sebagai Arnhem Land, Australia Utara.

Sejak abad ke-17, pelaut Makassar telah melakukan perjalanan jauh ini. Mereka tidak hanya mencari komoditas laut seperti teripang (beche-de-mer). Lebih dari itu, mereka menjalin hubungan dagang dan persaudaraan yang tulus dengan penduduk asli Australia. Terutama dengan suku Yolngu, yang menjadi bukti nyata Hubungan Makassar Australia yang telah lama terjalin.

Konjen Australia Todd Dias memberikan apresiasi tinggi terhadap sejarah ini. Dia menegaskan bahwa orang asli Australia sudah lama mengenal dan bersahabat dengan orang Makassar. Ikatan ini melampaui batas geografis dan waktu, membentuk fondasi kuat bagi hubungan bilateral saat ini.

Satu Dekade Konjen Australia di Makassar: Memperkuat Hubungan Bilateral

Kehadiran Konjen Australia di Makassar sejak 2016 telah memainkan peran krusial. Konjen ini berfungsi sebagai jembatan penting untuk memperkuat hubungan bilateral. Fokusnya pada wilayah Indonesia bagian timur, termasuk Sulawesi Selatan dan sekitarnya, sangat signifikan.

Dalam rangka peringatan HUT ke-10, Konjen Australia menggelar serangkaian kegiatan. Acara-acara ini bertujuan mempererat hubungan antarkomunitas. Terutama antara alumni Australia (OzAlum) dan masyarakat lokal Makassar, yang menjadi pilar penting dalam Hubungan Makassar Australia.

Salah satu kegiatan utama adalah gala dinner dan pertemuan alumni Australia. Acara ini mengundang para OzAlum untuk berbagi pengalaman dan kontribusi mereka. Selain itu, disiapkan juga booth produk UMKM yang menjadi mitra, menunjukkan dukungan terhadap ekonomi lokal.

Peran Alumni Australia dalam Mempererat Ikatan Persahabatan

Para alumni Australia, atau OzAlum, memiliki peran strategis dalam menjaga dan memperkuat Hubungan Makassar Australia. Presiden Ikatan Alumni (IKA) Australia di Sulsel, Prof Jamaluddin Jompa, menekankan dedikasi mereka. Para alumni terus menyumbangkan ide dan kontribusi untuk hubungan bilateral.

Prof Jamaluddin Jompa menyatakan bahwa hubungan bilateral antara Australia dan Indonesia, khususnya dengan Makassar, sudah ada sebelum kemerdekaan. Ini menunjukkan akar sejarah yang dalam dan kuat. Oleh karena itu, menjaga hubungan baik ini menjadi prioritas utama bagi para alumni.

Dukungan dari para alumni ini menjadi bukti nyata komitmen jangka panjang. Mereka berperan aktif dalam berbagai inisiatif. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa jalinan persahabatan dan kerja sama antara kedua belah pihak terus berkembang dan memberikan manfaat bersama.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi