Lima Peziarah Gunung Tidar Tertimpa Pohon, Satu Meninggal Dunia Akibat Angin Kencang

Angin kencang menerjang Gunung Tidar, Magelang, mengakibatkan lima peziarah tertimpa pohon. Satu peziarah Gunung Tidar meninggal dunia, sementara empat lainnya luka-luka dan membutuhkan perawatan medis.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Lima Peziarah Gunung Tidar Tertimpa Pohon, Satu Meninggal Dunia Akibat Angin Kencang
Meskipun ada retret kepala daerah di Akmil Magelang, Wisata Kebun Raya Gunung Tidar tetap beroperasi dan diprediksi akan ramai pengunjung, terutama menjelang bulan puasa. (Planet Merdeka)

Magelang diguncang musibah pada Sabtu, 24 Januari, ketika angin kencang menyebabkan pohon tumbang di area Gunung Tidar. Insiden tragis ini menimpa lima orang peziarah yang sedang berada di lokasi tersebut. Akibat kejadian ini, satu orang peziarah dilaporkan meninggal dunia, sementara empat lainnya mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Peristiwa nahas ini terjadi di dua titik berbeda di kawasan Gunung Tidar, sebuah lokasi yang dikenal sebagai destinasi ziarah dan wisata di Kota Magelang, Jawa Tengah. Korban meninggal dunia diduga tertimpa pohon saat hendak turun dari puncak gunung. Sementara itu, empat korban luka-luka tertimpa pohon di area parkir bus, menunjukkan dampak luas dari terjangan angin kencang yang terjadi.

Pemerintah Kota Magelang telah menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden ini. Sebagai respons cepat, objek wisata Gunung Tidar ditutup sementara waktu untuk evaluasi dan langkah antisipasi lebih lanjut. Upaya penanganan korban dan keluarga juga menjadi prioritas utama pihak berwenang di Magelang.

Detail Korban dan Lokasi Kejadian

Musibah di Gunung Tidar menyebabkan satu peziarah meninggal dunia dan empat lainnya mengalami luka-luka. Korban meninggal dunia teridentifikasi sebagai Sri Istantini, seorang wanita berusia 64 tahun, warga Tempuran, Kabupaten Magelang. Sri Istantini dilaporkan mengalami luka di bagian kepala setelah tertimpa pohon saat dalam perjalanan turun dari puncak Gunung Tidar.

Selain korban jiwa, empat peziarah lainnya juga menjadi korban dalam insiden ini. Mereka tertimpa pohon pinus yang roboh di area parkir bus atau bekas terminal lama Gunung Tidar. Pohon tumbang tersebut juga menimpa sebuah mobil pikap yang sedang terparkir di lokasi kejadian.

Keempat korban luka-luka berasal dari dua provinsi berbeda. Tiga di antaranya adalah warga Jawa Timur, yaitu Vivian Nadya Gisca, Salsa Putri Nur Amalina, dan Kamludin, ketiganya berasal dari Kapasan, Gadungan, Puncu, Kediri. Sementara satu korban lainnya adalah Mahfudin, warga Blok Cipanas, Argalingga, Argapura, Majalengka, Jawa Barat. Seluruh korban luka telah dievakuasi dan dibawa ke RSUD Tidar untuk mendapatkan perawatan intensif.

Tanggapan Pemerintah Kota Magelang dan Langkah Antisipasi

Pemerintah Kota Magelang menyampaikan rasa duka cita mendalam atas musibah yang menimpa para peziarah di Gunung Tidar. Pj Sekda Kota Magelang, Larsita, menyatakan bahwa pemerintah kota akan mengupayakan santunan asuransi bagi keluarga korban meninggal dunia. Langkah ini merupakan wujud simpati dan kepedulian pemerintah terhadap dampak tragedi yang tidak terduga tersebut.

Sebagai respons atas kejadian ini, Pemerintah Kota Magelang telah mengambil tindakan cepat dengan menutup sementara objek wisata Gunung Tidar. Penutupan ini bertujuan untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan memastikan keamanan lokasi bagi pengunjung di masa mendatang. Langkah antisipasi ini diharapkan dapat mencegah terulangnya insiden serupa.

Evaluasi mendalam akan dilakukan untuk mengidentifikasi potensi bahaya lain di area Gunung Tidar, terutama terkait dengan kondisi pohon-pohon besar yang rawan tumbang saat cuaca ekstrem. Pemerintah berkomitmen untuk melakukan perbaikan dan mitigasi risiko demi kenyamanan dan keselamatan para peziarah serta wisatawan yang berkunjung ke Gunung Tidar.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi