Kontingen Indonesia kembali mengukir prestasi gemilang di kancah internasional. Kali ini, melalui cabang olahraga para judo pada ajang ASEAN Para Games 2025 yang diselenggarakan di Nakhon Ratchasima, Thailand. Dua atlet kebanggaan Tanah Air, Rafli Ahnaf Shidqi dan Novia Larassati, berhasil mempersembahkan medali emas, menambah pundi-pundi perolehan medali Indonesia.
Perhelatan olahraga disabilitas terbesar di Asia Tenggara ini menjadi saksi bisu keperkasaan para atlet Indonesia. Rafli, yang bertanding di nomor perorangan J1 -70 kg putra, dan Novia, yang berlaga di nomor perorangan J1/J2 -52 kg putri, menunjukkan performa terbaik mereka. Kemenangan ini tidak hanya mengharumkan nama bangsa, tetapi juga menegaskan kekuatan Emas Para Judo Indonesia di tingkat regional.
Raihan dua medali emas pada Jumat, 23 Januari 2026, di Convention Hall, The Mall Korat, Nakhon Ratchasima, Thailand, ini merupakan bagian dari total empat medali emas yang telah diborong tim para judo Indonesia sejak dimulainya pertandingan pada Kamis, 22 Januari 2026. Prestasi ini menjadi dorongan moral yang signifikan bagi seluruh kontingen Indonesia untuk terus berjuang meraih hasil terbaik.
Advertisement
Advertisement
Keperkasaan Rafli di Kelas J1 -70 kg Putra
Rafli Ahnaf Shidqi, atlet berusia 26 tahun, menunjukkan dominasinya di nomor perorangan J1 -70 kg putra dengan meraih total tiga kemenangan. Format round robin yang diterapkan dalam pertandingan ini mengharuskan setiap peserta saling bertemu, dan Rafli berhasil mengumpulkan kemenangan terbanyak. Perjalanan Rafli menuju medali emas tidaklah mudah, namun semangat juangnya patut diacungi jempol.
Dalam pertandingan pertamanya, Rafli berhasil mengalahkan atlet Filipina, Edmond Montecillo, dengan teknik ippon yang meyakinkan. Kemenangan cepat ini menjadi awal yang baik bagi Rafli untuk melaju ke babak selanjutnya. Kemudian, pada laga kedua, giliran wakil tuan rumah, Vitoon Kongsuk, yang harus mengakui keunggulan Rafli setelah kembali takluk dengan ippon.
Kemenangan ketiga Rafli didapat tanpa harus bertanding, karena lawannya dari Vietnam, Van Duy Nguyen, mengalami cedera dan tidak dapat melanjutkan pertandingan. Hasil ini secara otomatis mengukuhkan posisi Rafli sebagai peraih medali emas di kelasnya, menambah koleksi Emas Para Judo Indonesia.
Advertisement
Advertisement
Dominasi Novia di Kelas J1/J2 -52 kg Putri
Tidak kalah impresif, Novia Larassati, atlet berusia 24 tahun, juga berhasil menyumbangkan medali emas di nomor perorangan J1/J2 -52 kg putri. Novia membukukan empat kemenangan dalam format pertandingan yang sama, menunjukkan konsistensi dan kekuatan tekniknya. Perjalanan Novia dalam meraih Emas Para Judo Indonesia ini penuh dengan tantangan.
Novia memulai perjuangannya dengan menghadapi rekan senegaranya, Marialam Sihotang. Pertandingan berlangsung ketat, dan Novia berhasil unggul tipis satu poin atau yuko hingga akhir waktu empat menit. Kemenangan ini membuktikan ketahanan mental dan strategi yang matang dari Novia.
Setelah itu, Novia menaklukkan Kieu Oanh Trinh dari Vietnam melalui bantingan yang berbuah ippon. Pada laga ketiga dan keempat, meskipun bertubuh lebih kecil, Novia mampu menundukkan dua wakil tuan rumah, Jiranan Kaemkaeo dan Nattawan Suriya, keduanya dengan ippon. Keberhasilan Novia ini melengkapi dominasi tim para judo Indonesia.
Advertisement
Advertisement
Total Empat Emas untuk Para Judo Indonesia
Hingga Jumat, 23 Januari 2026, tim para judo Indonesia telah berhasil memborong empat medali emas dari empat nomor yang diikuti sejak hari pertama pertandingan. Selain Rafli dan Novia, Maria juga turut menyumbangkan medali perak, melengkapi perolehan medali bagi kontingen Indonesia. Pencapaian ini menunjukkan persiapan matang dan dedikasi tinggi para atlet serta pelatih.
Perolehan medali ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama di cabang olahraga para judo di ASEAN Para Games 2025. Dengan semangat juang yang tinggi, para atlet berharap dapat terus menambah koleksi medali dan mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.
Sumber: AntaraNews
Advertisement