Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, kini dilaporkan dalam kondisi aman dan terkendali setelah terjadinya konflik antarsuku. Pemerintah Kabupaten Jayawijaya secara resmi mengonfirmasi bahwa situasi di wilayah tersebut telah kembali kondusif menyusul upaya mediasi intensif.
Perang suku yang melibatkan Suku Yali dan Suku Lanny ini dipicu oleh ketidaksepakatan dalam penyelesaian masalah kematian yang sebelumnya dimediasi di Polres Jayawijaya. Konflik tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran akan stabilitas keamanan di ibu kota Kabupaten Jayawijaya.
Bupati Jayawijaya, Atenius Murib, menyatakan bahwa perdamaian telah tercapai berkat dialog langsung dengan kedua kelompok yang bertikai. Mediasi ini berhasil membawa kesepakatan untuk mengakhiri perselisihan dan kembali membangun ketertiban di masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Mediasi dan Kesepakatan Damai Antarsuku
Penyelesaian bentrokan antara Suku Yali dan Suku Lanny merupakan hasil dari mediasi yang melibatkan berbagai pihak penting. Wakil Gubernur Papua Pegunungan Ones Pahabol dan Wakil Bupati Lanny Jaya Fredi G Tabuni turut berperan aktif dalam proses perundingan ini.
Pemerintah Kabupaten Jayawijaya juga menjadi fasilitator utama dalam upaya perdamaian tersebut, memastikan kedua belah pihak mendapatkan ruang untuk berdialog. Melalui mediasi yang intensif, titik temu akhirnya berhasil dicapai antara perwakilan kedua suku.
Dari hasil mediasi tersebut, Suku Yali yang menjadi korban dan Suku Lanny sepakat untuk menghentikan perang dan berdamai. Kesepakatan ini menjadi landasan penting bagi pemulihan hubungan antarkomunitas dan menjaga stabilitas sosial di Wamena.
Advertisement
Advertisement
Peran Pemkab Jayawijaya dan Bantuan Kemanusiaan
Sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya tidak hanya memfasilitasi mediasi, tetapi juga memberikan bantuan konkret. Pemkab menyerahkan bantuan berupa 4 ton beras kepada kedua suku yang bertikai.
Bantuan ini didistribusikan secara merata, dengan masing-masing Suku Yali dan Suku Lanny menerima 2 ton beras. Langkah ini menunjukkan komitmen Pemkab Jayawijaya dalam membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak konflik.
Bupati Atenius Murib menegaskan bahwa sebagai kabupaten induk yang telah melahirkan tujuh daerah pemekaran lain di Papua Pegunungan, Pemkab Jayawijaya merasa perlu terlibat aktif. Dukungan ini diharapkan dapat mendorong kedua suku untuk kembali ke rumah masing-masing dan melanjutkan proses perdamaian.
Advertisement
Dengan adanya bantuan dan jaminan keamanan, Pemkab Jayawijaya memastikan bahwa aktivitas masyarakat dapat kembali normal. Situasi keamanan dan ketertiban di Wamena kini telah aman, memungkinkan warga untuk beraktivitas tanpa kekhawatiran.
Sumber: AntaraNews