Maskapai penerbangan nasional Jerman, Lufthansa, telah mengumumkan pembatalan semua penerbangan menuju Teheran, Iran, hingga tanggal 28 Maret mendatang. Keputusan ini diambil karena alasan operasional yang mendesak. Pembatalan ini memperpanjang penangguhan penerbangan yang sebelumnya telah ditetapkan hingga 28 Januari.
Juru bicara Lufthansa mengonfirmasi informasi ini kepada RIA Novosti, menjelaskan bahwa situasi di Iran terus dipantau dengan cermat oleh pihak maskapai. Penangguhan ini juga mencakup anak perusahaan Lufthansa Group, Austrian Airlines, yang telah menangguhkan penerbangan ke dan dari Teheran hingga 16 Februari.
Langkah ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, khususnya antara Iran dan Amerika Serikat. Selain itu, Iran juga menghadapi gejolak internal berupa protes yang dipicu oleh kekhawatiran inflasi dan melemahnya mata uang lokal.
Advertisement
Advertisement
Perpanjangan Penangguhan Penerbangan Lufthansa dan Austrian Airlines
Lufthansa, maskapai penerbangan terkemuka asal Jerman, secara resmi memperpanjang masa penangguhan penerbangan ke Teheran, Iran, hingga akhir Maret 2026. Keputusan ini merupakan kelanjutan dari penangguhan sebelumnya yang dijadwalkan berakhir pada 28 Januari. Pihak maskapai menyatakan bahwa "karena alasan operasional, Lufthansa membatalkan penerbangan ke Tehran hingga 28 Maret," seperti disampaikan juru bicara perusahaan kepada RIA Novosti.
Tidak hanya Lufthansa, anggota dari Lufthansa Group, Austrian Airlines, juga mengambil langkah serupa. Maskapai asal Austria ini telah menangguhkan semua penerbangan dari dan menuju Teheran hingga tanggal 16 Februari. Kebijakan ini menunjukkan adanya koordinasi dalam grup maskapai untuk menghadapi situasi yang berkembang di wilayah tersebut.
Perpanjangan penangguhan ini mengindikasikan bahwa kondisi yang mendasari keputusan awal belum sepenuhnya membaik atau bahkan memerlukan evaluasi lebih lanjut. Maskapai secara konsisten memantau perkembangan situasi di Iran guna memastikan keamanan dan kelancaran operasional penerbangan.
Advertisement
Advertisement
Gejolak Geopolitik dan Situasi Internal Iran
Keputusan Lufthansa untuk menangguhkan penerbangan ke Iran tidak terlepas dari ancaman eskalasi ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat di Timur Tengah. Kantor berita Jerman, dpa, melaporkan bahwa Lufthansa telah membatasi penerbangan ke kawasan tersebut akibat potensi konflik yang dapat memengaruhi keselamatan penerbangan. Situasi geopolitik yang tidak stabil menjadi pertimbangan utama bagi maskapai dalam menjaga keamanan penumpang dan awak.
Selain faktor eksternal, Iran juga menghadapi tantangan internal yang signifikan. Protes massa pecah di negara itu pada akhir Desember, dipicu oleh kekhawatiran akan meningkatnya inflasi yang didorong oleh melemahnya nilai mata uang lokal, rial Iran. Gejolak sosial ini menambah kompleksitas situasi di negara tersebut, yang secara tidak langsung dapat memengaruhi stabilitas operasional.
Otoritas Iran, meskipun menuduh Amerika Serikat dan Israel sebagai pemicu kerusuhan, telah mengumumkan pada 12 Januari bahwa situasi internal sudah terkendali. Namun, dampak dari protes dan ketidakpastian ekonomi tetap menjadi perhatian bagi perusahaan internasional yang beroperasi di wilayah tersebut. Maskapai penerbangan harus mempertimbangkan semua aspek risiko sebelum melanjutkan layanan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews