Helikopter TNI AU Temukan Titik Api di Gunung Bulusaraung Diduga Berasal dari Pesawat ATR Hilang Kontak di Maros

TNI AU masih melakukan pengecekan untuk memastikan titik api tersebut berasal dari pesawat ATR tersebut.

Ihwan Fajar
Oleh Ihwan Fajar - Reporter
Helikopter TNI AU Temukan Titik Api di Gunung Bulusaraung Diduga Berasal dari Pesawat ATR Hilang Kontak di Maros
Helikopter TNI AU Temukan Titik Api di Gunung Bulusaraung Diduga Berasal dari Pesawat ATR Hilang Kontak di Maros (Merdeka.com)

Helikopter Caracal milik TNI AU menemukan titik api sekitar kawasan Gunung Bulusaraung Bantimurung diduga berasal dari pesawat ATR hilang kontak di Maros. Namun TNI AU masih melakukan pengecekan untuk memastikan titik api tersebut berasal dari pesawat ATR tersebut.

"Sebagai informasi bahwa kita sudah mengeluarkan tim dari TNI AU yaitu tim Heli Caracal. Tadi sepertinya sudah bisa memonitor bahwa di daerah Gunung Lapihau (Bulusaraung), Kabupaten Maros itu sudah melihat adanya api," kata Pangdam XIV Hasanuddin Mayjend (TNI) Bangun Nawoko di kantor Basarnas Makassar, Sabtu (17/1).

Menurut Bangun, laporan temuan helikopter itu sesuai dengan penglihatan masyarakat di sekitar kawasan Gunung Bulusaraung Bantimurung. Masyarakat bahkan sempat mendengar suara ledakan.

"Bahwa masyarakat juga melihat di situ suara ledakan. Bisa juga masyarakat yang merekam juga ada titik api," ujar Bangun.

Dia berharap titik api ditemukan helikopter Caracal sesuai dengan lokasi diduga pesawat ATR jatuh. Menurut dia, pencarian lokasi diduga pesawat ATR jatuh saat ini terkendala cuaca.

"Sekarang (helikopter) Caracal sedang melaksanakan pemantauan terus. Namun masih terhalang, karena kondisi cuaca yang kurang bagus," kata Bangun.

Helikopter TNI Temukan Api Diduga Pesawat ATR Jatuh
Helikopter TNI Temukan Api Diduga Pesawat ATR Jatuh merdeka.com

Pesawat ATR 440 Hilang Kontak di Maros Disewa KKP

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Makassar Muh Arif Anwar sebelumnya mengatakan, pesawat ATR 400 hilang kontak di Maros disewa Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Pesawat dengan nomor penerbangan PKTHT rute Yogyakarta-Makassar itu mengangkut 11 orang tersebut ini hilang di sekitar wilayah Maros-Pangkep.

"Kami menerima info dari Airnav Makassar bahwa telah terjadi satu pesawat jenis ATR 400 milik IAT (Indonesia Air Transport) yang dioperasikan oleh atau disewa oleh KKP seperti itu. Jumlah penumpang 11 orang, di mana 8 kru dan 3 penumpang yang ikut di atas on board," kata Arif di kantor Basarnas Makassar, Sabtu (17/1).

Arif mengatakan, Basarnas Makassar sudah mengerahkan personel ke titik kontak terakhir pesawat IAT tersebut. Berdasarkan titik koordinat yang dikirim Airnav Makassar, Arif menyebut lokasi diduga pesawat jatuh di daerah Taman Nasional Bantimurung.

"Di mana titik duga setelah kami plot koordinat terakhir yang diberikan oleh pihak ATC itu mengarah di daerah Bantimurung dan sekitarnya. Nah tim kami tadi sudah sampai di sana dan sudah membuat satu posko SAR gabungan di daerah Bantimurung," tutur Arif.

Selain itu, Basarnas juga meminta bantuan ke TNI AU untuk mengerahkan Helikopter Caracal. Helikopter ini diharapkan bisa membantu melakukan observasi udara.

"Selain itu Caracal juga bisa digunakan untuk evakuasi melalui udara," ucap Arif.

Arif menegaskan hingga saat ini Basarnas belum menemukan bangkai pesawat atau korban jiwa.

"Kami berdoa secepatnya bisa kita temukan pesawatnya dan korbannya masih bisa kita selamatkan," kata Arif.



Rekomendasi