Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jambi terus berupaya mengoptimalkan potensi zakat yang ada di wilayahnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, Baznas Jambi kini memperluas garapan pengumpulan zakat, tidak hanya fokus pada Aparatur Sipil Negara (ASN), melainkan juga menyasar kelompok non-ASN yang memiliki potensi besar.
Ketua Baznas Provinsi Jambi, Muhammad Amin, mengungkapkan bahwa berdasarkan kajian, potensi zakat di Jambi mencapai angka fantastis, yaitu Rp100 miliar setiap tahunnya. Namun, hingga saat ini, capaian pengumpulan baru sekitar 23,3 persen dari target tersebut, menandakan masih banyak potensi yang belum tergarap secara maksimal dan memerlukan strategi baru.
Perluasan target pengumpulan ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan zakat secara signifikan dan berkelanjutan. Dana zakat yang terkumpul nantinya akan disalurkan kepada para mustahiq atau penerima zakat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Jambi yang membutuhkan, sesuai dengan prinsip pemerataan kesejahteraan.
Advertisement
Advertisement
Optimalisasi Pengumpulan Zakat dari Non-ASN
Selama ini, upaya pengumpulan zakat oleh Baznas Jambi cenderung lebih terfokus pada kalangan ASN melalui pemotongan gaji secara langsung. Muhammad Amin mengakui bahwa potensi pendapatan dari kelompok non-ASN belum tergarap secara optimal, padahal sektor ini memiliki jumlah muzakki yang signifikan dan potensi zakat yang besar.
Ke depan, Baznas Jambi berkomitmen untuk menggarap zakat dari non-ASN secara lebih intensif dan terstruktur. Beberapa sektor yang kini menjadi perhatian utama adalah pertambangan, pertanian, perkebunan, dan perikanan. Sektor-sektor ini dinilai memiliki unit usaha dan individu yang mampu menunaikan zakat dengan potensi yang cukup besar.
Baznas sedang merumuskan formulasi yang tepat dan efektif untuk mendekati individu atau kelompok umat Muslim (muzakki) di luar ASN. Pendekatan yang benar dan persuasif diharapkan dapat mendorong kesadaran serta partisipasi aktif para muzakki dari sektor-sektor tersebut untuk menunaikan kewajiban zakat mereka secara rutin dan berkelanjutan.
Advertisement
Pengembangan sistem pengumpulan yang mudah diakses dan transparan juga menjadi bagian dari strategi Baznas untuk menarik lebih banyak muzakki non-ASN. Hal ini termasuk edukasi tentang pentingnya zakat dan dampak positifnya bagi pembangunan sosial ekonomi masyarakat.
Advertisement
Sinergi dengan Instansi Vertikal
Selain menyasar non-ASN, Baznas Jambi juga aktif menjalin sinergi dengan berbagai instansi vertikal yang memiliki perwakilan di Jambi. Muhammad Amin memastikan bahwa kegiatan pengumpulan zakat di kementerian/lembaga ini sedang berjalan dan menunjukkan hasil positif melalui koordinasi yang intensif.
Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jambi telah menyatakan kesiapan penuh untuk menyalurkan zakat pegawainya melalui Baznas. Potensi zakat dari Kemenag Jambi diperkirakan mencapai Rp4 miliar, menunjukkan komitmen yang kuat dalam mendukung program Baznas dan pengelolaan zakat secara profesional.
Selain Kemenag, Baznas Jambi juga telah berkoordinasi dengan kantor wilayah hukum setempat, yang juga menunjukkan minat untuk berpartisipasi. Diharapkan, instansi vertikal lainnya akan segera menyusul untuk bekerja sama dalam pengumpulan zakat pegawai, guna mempercepat pencapaian target Rp100 miliar dan memperluas jangkauan manfaat zakat di seluruh Provinsi Jambi.
Advertisement
Kerja sama dengan instansi vertikal ini bukan hanya tentang pengumpulan dana, tetapi juga tentang membangun kesadaran kolektif akan pentingnya zakat sebagai instrumen pengentasan kemiskinan dan pemerataan ekonomi umat.
Sumber: AntaraNews