Polres Kabupaten Bogor saat ini tengah melakukan rapat koordinasi dengan perwakilan PT. Antam di Kantor Koramil Nanggung. Hal ini terkait dengan beredarnya informasi di media sosial yang menyebut terjadi ledakan di area tambang Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, pada Rabu (14/1).
"Saya masih rapat bersama bupati, dandim dan perwakilan PT. Antam. Di kantor Koramil Nanggung. Habis ini rilis," kata Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto saat dihubungi merdeka.com, Rabu (14/1).
Kejadian ini belum bisa dipastikan timbul korban atau tidak."(Korban) Belum bisa dipastikan. Tim dari PT Antam belum bisa masuk ke lokasi," ujar AKBP Wikha Ardilestanto.
Advertisement
Klarifikasi Antam
Sebelumnya, beredar informasi di media sosial yang menyebut terjadi ledakan di area tambang Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, pada Rabu (14/1). Kabar tersebut juga disertai narasi adanya ratusan orang terjebak dan paparan gas beracun.
Menanggapi hal itu, PT Aneka Tambang Tbk (Antam) memberikan klarifikasi dan meluruskan informasi yang beredar.
“Informasi yang beredar di media sosial maupun beberapa pemberitaan terkait adanya ledakan di area tambang serta klaim ratusan orang terjebak di dalam tambang adalah tidak benar (hoaks),” ujar Corporate Secretary Antam Wisnu Danandi dalam keterangan resminya, Rabu (14/1).
Advertisement
Penjelasan Antam Soal Video yang Beredar
Wisnu menjelaskan, video yang beredar dengan narasi ledakan sebenarnya merupakan dokumentasi penanganan kondisi teknis di area tambang bawah tanah.
Aktivitas tersebut telah diantisipasi dan ditangani sesuai prosedur keselamatan kerja yang berlaku di perusahaan.
Menurutnya, langkah-langkah pengamanan telah dilakukan, termasuk pengaturan sistem ventilasi dan pengamanan area kerja, sehingga situasi tetap terkendali.
“Kondisi tersebut tidak berdampak pada keselamatan karyawan Antam, dan seluruh aktivitas operasional perusahaan berada dalam kondisi terkendali,” jelasnya.
Antam menegaskan tidak terdapat kejadian ledakan sebagaimana yang dinarasikan dalam berbagai unggahan dan pesan berantai. Perusahaan juga memastikan tidak ada karyawan yang terjebak di area tambang.