TNI Bantah Bantuan Kosong, Ungkap Konsep Airdrop Helibox ke Wilayah Bencana

TNI menegaskan, metode airdrop tersebut merupakan bagian dari sistem distribusi bantuan ke wilayah yang sulit dijangkau secara langsung.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham - Reporter
TNI Bantah Bantuan Kosong, Ungkap Konsep Airdrop Helibox ke Wilayah Bencana
TNI AL Terbangkan Bantuan Logistik ke Takengon, 2 Ton Bantuan Didistribusikan (istimewa)

TNI membantah narasi dalam video yang menyebut bantuan untuk warga terdampak bencana di Sumatra yang disalurkan melalui airdrop helibox dari pesawat hanya berisi kardus kosong. TNI menegaskan, metode airdrop tersebut merupakan bagian dari sistem distribusi bantuan ke wilayah yang sulit dijangkau secara langsung.

Komandan Batalyon Perbekalan Angkutan (Perbekang) 5 ARY, Letkol CBA Supriyanto menyampaikan bahwa bantuan dijatuhkan menggunakan prosedur baku dengan muatan yang sahih, sesuai kaidah keselamatan penerjunan udara. Dia menyampaikan secara rinci mekanisme pengemasan logistik dengan metode airdrop tersebut.

"Setiap helibox yang diterjunkan telah melalui inspeksi setelah diisi, diperiksa oleh anggota, dan disaksikan perwira. Baik sebelum dinaikkan ke truk maupun sebelum dimuat ke pesawat. Isinya dicek, tali dan lakbannya dipastikan kuat," kata Supriyanto yang bertugas sebagai Komandan Tim Rigger Airdrop pada Satgas Udara, dikutip dari siaran pers, Selasa (23/12).

"Tidak mungkin helibox kosong bisa ikut diterjunkan," sambungnya.

Helibox Miliki Tinggi Sekitar 73

Dia menuturkan bahwa helibox memiliki tinggi sekitar 73 sentimeter, sementara muatan logistik di dalamnya berada di kisaran 30 sentimeter. Hal itu menyisakan rongga di bagian atas sekitar 35–37 sentimeter.

Secara kasat mata, kondisi tersebut kerap terlihat seolah kosong, padahal muatan telah terikat dan terpatri di bagian dalam.

"Batas maksimal berat helibox adalah 5 kilogram. Jika diisi penuh, beratnya bisa mencapai 9 kilogram dan berisiko rusak saat airdrop. Karena itu, muatan tidak diisi sampai penuh ke atas. Inilah yang sering menimbulkan salah sangka," jelasnya.

Muatan logistik yang dikemas berupa kebutuhan logistik, seperti beras atau mi instan, disusun dengan perhitungan khusus agar tidak menguncup ke bawah atau remuk di udara saat dilepas dari pesawat. Tali-tali pengikat disusun membentuk kipas, sesuai pakem penerjunan, guna menjaga keseimbangan helibox saat melayang menuju daratan.

Empat Lapis Penyaringan dalam Setiap Proses Airdrop

Lebih lanjut, Supriyanto memaparkan bahwa terdapat empat lapis penyaringan dalam setiap proses airdrop. Pertama, pemeriksaan oleh tim rigger saat pengepakan. Kedua, pemeriksaan ulang oleh tim rigger dan personel hanggar TNI AU saat pemuatan ke truk.

Ketiga, pengecekan oleh kru pesawat sebelum proses loading. Keempat, koordinasi dengan satuan teritorial di darat untuk memastikan hasil airdrop aman, utuh, dan tepat sasaran.

"Kalau helibox kosong, dari filter pertama sudah gugur. Sampai hari ini, alhamdulillah, tidak ada laporan dari bawah bahwa helibox itu kosong, sebagaimana yang disangkakan oleh sebagian oknum atau warganet," tutur Supriyanto.

Meluruskan Informasi

Ia berharap penjelasan ini dapat meluruskan informasi yang keliru agar masyarakat memahami bahwa setiap bantuan yang dijatuhkan melalui udara telah melalui proses yang tertib, cermat, dan berlapis, demi memastikan logistik benar-benar sampai kepada warga yang membutuhkan.

"Mudah-mudahan ini memberi pemahaman kepada kita semua, sehingga tidak terjadi salah tafsir atau sangkaan yang menyimpang dari kenyataan," katanya.

Rekomendasi