Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Menteri ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pasokan listrik di beberapa daerah di Aceh masih mengalami kendala selama tiga pekan terakhir. Suplai listrik untuk empat kabupaten di provinsi tersebut belum mencapai 100 persen akibat bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi.
"Perlu saya sampaikan bahwa ada beberapa kendala hampir 3 minggu untuk urusan listrik di wilayah Sumatera. Di Aceh ada 4 kabupaten yang masih nyalanya di bawah 50 persen. Kabupaten apa itu, Aceh Tamiang, Benar Meriah, Gayo, dan Aceh Tengah," bebernya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (19/12/2025).
Bahlil menjelaskan bahwa masalah ini bukan disebabkan oleh mesin listrik, melainkan oleh pembangkit listrik yang belum bisa beroperasi secara penuh. "Tetapi terjadi karena infrastruktur kita yang belum terselesaikan di lapangan untuk tegangan rendah. Ada sebagian jalan yang baru selesai, ada sebagian daerah yang masih banjir," imbuhnya.
"Jadi andaikan pun kalau itu dihidupkan, itu akan berdampak pada keselamatan saudara-saudara kita yang ada di sana," ujar Bahlil. Keempat kabupaten tersebut masih mengalami pemadaman bergilir karena infrastruktur jaringan dan tower listrik yang belum dapat dibangun kembali. "Ada yang sudah dibangun, jatuh lagi," ungkapnya.
Banda Aceh Terang 100%
Di sisi lain, Bahlil menyampaikan rasa syukurnya karena daerah lainnya di Aceh sudah mendapatkan pasokan listrik secara penuh. Ia memberikan contoh Banda Aceh yang berhasil mendapatkan aliran listrik sepenuhnya pada malam Kamis, 18 Desember 2025.
"Kami harus sampaikan secara data terkini bahwa Banda Aceh semalam, Alhamdulillah puji Tuhan sudah normal sesuai dengan apa yang sebelum terjadi bencana," tutur Bahlil.
"Tapi secara backbone daripada Sumatera, kemudian Bireun, kemudian Arun, itu semua sudah terhubung. Insya Allah kalau di tower-tower rendah atau tiang-tiang yang rendah infrastrukturnya sudah selesai, maka itu bisa kita selesaikan," pungkasnya.
Advertisement
Listrik di Sumatra Utara telah pulih hingga 99,8%, sementara di Aceh baru mencapai 36%
Sebelumnya, pemerintah bersama PT PLN (Persero) mempercepat langkah pemulihan pasokan listrik setelah terjadinya bencana banjir di Sumatera. Hingga tanggal 11 Desember 2025, kondisi pemulihan di Aceh tercatat 36%, Sumatra Utara mencapai 99,8% setelah longsor susulan, dan Sumatra Barat telah berhasil menyala 100% sejak 5 Desember 2025. Ketua Tim ESDM Siaga Bencana Rudy Sufahriadi menegaskan bahwa Aceh masih memerlukan perhatian khusus.
"Aceh merupakan wilayah terdampak yang masih memerlukan perhatian. Untuk mempercepat pemulihan di beberapa desa, PLN memerlukan dukungan pembukaan akses jalan yang masih terputus untuk transportasi material jaringan serta penyediaan BBM untuk operasional kendaraan. Genset PLN masih sangat terbatas di Aceh Tamiang dan Bener Meriah," jelas Rudy di Jakarta, Jumat (12/12).
Sejumlah pekerjaan darurat pada transmisi telah diselesaikan. Rudy mencatat progres perbaikan tower, di mana Tower Emergency SUTT Bireun-Peusangan rampung 100% pada 7 Desember, SUTT Bireun-Arun selesai 100% pada 8 Desember, sedangkan SUTT Brandan-Langsa masih dalam pengerjaan dengan progres 67%.
"Tower Emergency Brandan-Langsa apabila selesai, maka Banda Aceh tersambung dengan backbone Sumatera. Ditargetkan Minggu 14 Desember energize," ujar Rudy.
Dukungan pasokan darurat juga sedang dimasifkan. Rudy menjelaskan bahwa PLTD 50 MW sedang dalam proses instalasi untuk meningkatkan keandalan pasokan di Banda Aceh. PLTD Lueng Bata 10 MW berada dalam status onsite (proses instalasi dan ditargetkan commissioning pada tanggal 12 Desember 2025). Pemasangan pembangkit darurat ini dimaksudkan sebagai penopang sementara sampai jaringan permanen kembali berfungsi penuh.
Advertisement
Layanan kesehatan adalah aspek penting dalam menjaga kesehatan masyarakat
Pemulihan pelayanan kesehatan menjadi fokus utama dalam agenda pemulihan. Rudy menegaskan bahwa sejumlah rumah sakit di daerah yang terdampak kini telah mendapatkan pasokan listrik dari sistem 20 kV PLN, tanpa bergantung pada genset, sehingga layanan medis yang esensial dapat beroperasi dengan lebih aman.
Di Sumatra Utara, kondisi sempat menunjukkan pemulihan penuh sebelum longsor susulan menyebabkan gangguan di beberapa kabupaten. Rudy merinci bahwa tingkat pemulihan di Sumatra Utara telah mencapai 99,8% dengan beban 264,13 MW yang terdampak, di mana 263,64 MW atau 99,8% sudah menyala. Tim teknis terus bekerja untuk memulihkan titik-titik yang masih terpengaruh longsor agar gangguan tidak meluas.
Sementara itu, kabar baik datang dari Sumatra Barat; sejak 5 Desember 2025, jaringan di provinsi tersebut dilaporkan telah menyala 100% dan operasional sistem berjalan normal. Keberhasilan di Sumbar menjadi referensi untuk mempercepat pemulihan di wilayah lain dengan mengutamakan keselamatan dan akses logistik.
Rudy mengakui bahwa tantangan di lapangan cukup berat, seperti akses yang terputus, keterbatasan bahan bakar minyak, dan kondisi cuaca yang kadang menghambat mobilisasi material. Namun, ia menegaskan komitmen bersama pemerintah dan PLN untuk terus mempercepat perbaikan hingga pasokan kelistrikan benar-benar pulih di seluruh wilayah yang terdampak.