Potret Anak-Anak Pengungsian Banjir Agam Sumbar, Cium Tangan Penuh Harapan Dikunjungi Presiden Prabowo Subianto

Prabowo sempat mendapat penjelasan dari Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham - Reporter
Potret Anak-Anak Pengungsian Banjir Agam Sumbar, Cium Tangan Penuh Harapan Dikunjungi Presiden Prabowo Subianto
Potret Anak-Anak Pengungsian Banjir Agam Sumbar, Cium Tangan Penuh Harapan Dikunjungi Presiden Prabowo Subianto (Merdeka.com)

Presiden Prabowo Subianto meninjau Posko Pengungsi SD 05 Kayu Pasak Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat (Sumbar), Kamis (18/12). Kunjungan Prabowo untuk memastikan penanganan pasca bencana banjir berjalan sesuai rencana.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com dari siaran Youtube Sekretariat Presiden, Prabowo tiba di posko pengungsian pada pukul 09.10 Wib. Prabowo sempat mendapat penjelasan dari Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto.

Setelah itu, Prabowo menemui para pengungsi korban bencana banjir yang berada di posko pengungsian. Kabupaten Agam. Mereka menyambut kedatangan Prabowo dengan hangat dan meriah.

Para masyarakat terdampak bencana juga menyalami dan berswafoto dengan Prabowo. Dia juga menyapa anak-anak korban terdampak bencana. Tidak ragu, para anak-anak pengungsian korban bencana alam ini langsung mencium tangan Prabowo. Tatapannya banyak memendam harapan.

Selain itu, Prabowo juga meninjau dapur umum yang berada di posko pengungsian. Selanjutnya, Prabowo sempat mengecek pembangunan hunian sementara (huntara) yang sedang dibangun di dekat tenda pengungsian. Hunian tersebut dibangun untuk para korban terdampak bencana yang rumahnya rusak atau hilang diterjang banjir.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah sudah mengerahkan lebih dari 50.000 anggota TNI-Polri ke lokasi terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatra. Untuk itu, dia mengatakan semua pihak waspada apabila ada narasi yang menyebut bahwa negara tak hadir menangani bencana Suamtra.

"Kita sudah mengerahkan lebih dari 50.000 TNI dan Polri. 50.000 itu setingkat 50 batalion sudah dikerahkan di daerah terdampak. Kalau dibilang negara tidak hadir, ah, ya, kita waspada saja, ya. Unsur-unsur yang memang ya punya agenda-agenda lain," kata Prabowo saat memimpin sidang kabinet paripurna yang dihadiri para menteri-wamen di Istana Negara Jakarta, Senin (15/12).

Selain itu, dia menuturkan lebih dari 60 helikopter serta belasan pesawat diterjunkan ke daerah-daerah terdampak bencana. Prabowo juga telah memerintahkan Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman serta Menteri Pekerjaan Umum segera membangun hunian tetap dan sementara untuo warga terdampak banjir.

"Pembangunan hunian segera dilakukan dan 2.000 rumah segera akan mulai dibangun," ujarnya.

Selanjutnya, 1.000 alat berat sudah dikirim ke lokasi bencana seperti truk, ekskavator, tangki air bersih dan minum. Pemerintah juga membangun 50 Jembatan Bailey, dimana 7 diantaranya sudah selesai dibangun.

"Kemarin kita juga tambahkan lagi alat berat, truk air minum, persediaan air bersih, serta toilet-toilet portable. 50 jembatan Bailey sedang kita kerjakan, 7 tadi sudah jadi," ucap Prabowo.

Kemudian, pemerintah juga berupaya memulihkan akses jalan darat di wilayah bencana yang masih terisolasi. Prabowo meminta maaf apabila pemulihan pasca bencana tak bisa rampung dalam waktu singkat.

"Saya telah minta maaf, saya tidak punya tongkat Nabi Musa. Kita tidak bisa selesaikan dalam 3 hari, 4 hari, 5 hari. Mungkin mungkin 2, 3 bulan aktivitas akan benar-benar normal," jelas Prabowo.

Di sisi lain, Prabowo bersyukur masalah listrik sebagian besar sudah menyala di daerah terdampak bencana. Menurut dia, masih ada kabel-kabel yang teredam banjir dan membahayakan sehingga pemulihan listrik belum maksimal.

"Masih ada beberapa yang harus kita percepat. Masih ada beberapa yang berbahaya karena kabel-kabel kalau lewat air yang masih banjir, itu berbahaya. Ini bisa mengakibatkan korban nyawa kalau tidak hati-hati," tutur Prabowo.

Rekomendasi