Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan pihaknya akan menambah jumlah petugas haji dari unsur TNI-Polri. Hal ini, kata dia, sesuai dengan perintah Presiden Prabowo Subianto.
"Ya, kan memang dari TNI-Polri setiap tahun ada. Artinya, disebut dengan Linjam, petugas keamanan. Itu dari TNI-Polri seperti juga perintah Presiden, kita akan tambah," kata Dahnil kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (4/12).
Menurut dia, syaratnya petugas haji dari unsur TNI dan memiliki kondisi fisik yang prima sehingga dapat membuat penyelenggaraan ibadah haji lebih baik.
Namun, Dahnil menuturkan pemerintah belum memutuskan berapa jumlah petugas haji dari TNI-Polri yang akan ditambah.
"Supaya kemudian mereka bisa bertugas lebih baik, karena lebih prima biasanya petugas dari TNI dan Polri. Dan kita akan putuskan tambah petugas dari TNI dan Polri," jelasnya.
Advertisement
Persentasenya Belum Diketahui
"Persentasenya nanti kita lihat. Karena secara khusus belum kita bahas. Yang jelas bertambah, gitu," sambung Dahnil.
Disisi lain, Kementerian Haji dan Umrah juga menunda proses seleksi petugas haji 2026 di tiga provinsi Sumatra terdampak banjir.
Dahnil menuturkan penundaan seleksi akan diberlakukan sampai kondisi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat kembali stabil.
"Jadi untuk daerah Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat itu kita tunda proses seleksinya sampai dengan waktu yang belum kita tentukan. Sampai dengan benar-benar siap, kemudian tiga daerah ini, tiga provinsi ini mulai stabil," tutur Dahnil.