Kondisi Terkini Longsor di Bener Meriah, Begini Penampakan Pembukaan Jalur Terputus Menghubungkan Aceh Utara

Data sementara per Minggu (1/12), tim gabungan sudah membersihkan empat titik longsor di ruas jalan KKA-Bener Meriah.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Kondisi Terkini Longsor di Bener Meriah, Begini Penampakan Pembukaan Jalur Terputus Menghubungkan Aceh Utara
Kondisi Terkini Longsor di Bener Meriah, Begini Penampakan Pembukaan Jalur Terputus Menghubungkan Aceh Utara (Merdeka.com)

Tim gabungan terus berupaya melakukan operasi pembukaan jalur darat terputus akibat longsor di wilayah Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh. Data sementara per Minggu (1/12), tim gabungan sudah membersihkan empat titik longsor di ruas jalan KKA-Bener Meriah.

"Lokasi ini letaknya persis di kawasan Gunung Salak. Proses pembersihan ini sudah mencapai kilometer (KM) 31," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangannya, Selasa (2/12).

Muhari menjelaskan, proses pembersihan menggunakan tiga alat berat milik Dinas PUPR. Kemudian untuk mempercepat pengerjaan, rencananya Dinas PUPR akan mendatangkan satu loader agar pekerjaan lebih efisien.

Pembukaan Jalur Longsor di Bener Meriah
Pembukaan Jalur Longsor di Bener Meriah Dokumen BNPB

Sebagai informasi, Gunung Salak merupakan jalur vital menghubungkan Kabupaten Aceh Utara dan Bener Meriah. Sejak bencana terjadi, jalur ini mengalami sejumlah longsoran besar menutup akses sepenuhnya dan menghambat mobilitas masyarakat serta distribusi logistik.

Saat ini, Tim PUPR Bener Meriah bersama Tim PUPR Provinsi Aceh terus melakukan pengerjaan tanpa henti, siang dan malam, untuk membuka seluruh titik longsor yang tersisa.

"Upaya percepatan ini menjadi prioritas pemerintah daerah guna memastikan konektivitas Aceh Utara–Bener Meriah," ujar Muhari.

Pembukaan Jalur Longsor di Bener Meriah
Pembukaan Jalur Longsor di Bener Meriah Dokumen BNPB

Jumlah korban meninggal akibat banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat terus bertambah menjadi 442 jiwa, sebagaimana dinyatakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam laporan yang diterima di Jakarta, Senin (1/12).

"Sementara itu untuk total korban hilang di tiga provinsi mencapai 402 jiwa," kata Kepala BNPB Suharyanto dalam keterangan yang dikonfirmasi dari Jakarta itu.

Pembukaan Jalur Longsor di Bener Meriah
Pembukaan Jalur Longsor di Bener Meriah Dokumen BNPB

Dari Pos Pendukung Nasional di Tapanuli Utara tersebut, dia memaparkan di Sumatra Utara, jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 217 orang setelah tim SAR gabungan menemukan sejumlah korban yang sebelumnya dinyatakan hilang.

Para korban tersebar di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Pakpak Barat, Kota Padang Sidempuan, Deli Serdang, serta Nias.

Selain itu, ada 209 warga dilaporkan masih hilang setelah banyak keluarga menyampaikan laporan kehilangan kepada petugas posko darurat bencana yang ada di masing-masing provinsi.

Suharyanto menyebutkan bahwa tim petugas gabungan saat ini juga menangani pengungsian yang tersebar di sejumlah titik, antara lain 3.600 jiwa di Tapanuli Utara, 1.659 jiwa di Tapanuli Tengah, 4.661 jiwa di Tapanuli Selatan, 4.456 jiwa di Kota Sibolga, 2.200 jiwa di Humbang Hasundutan, dan 1.378 jiwa di Mandailing Natal.

Rekomendasi