Wali Kota Surabaya Ajak Warga Tingkatkan Kesadaran Lingkungan, Cegah Ancaman Mikroplastik

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyerukan peningkatan Kesadaran Lingkungan Surabaya di tengah ancaman mikroplastik dari sampah, ini demi masa depan generasi penerus dan kesehatan masyarakat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Wali Kota Surabaya Ajak Warga Tingkatkan Kesadaran Lingkungan, Cegah Ancaman Mikroplastik
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi serukan peningkatan Kesadaran Lingkungan Surabaya di tengah ancaman mikroplastik dan pencemaran, penting demi masa depan generasi. (AntaraNews)

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, baru-baru ini menyerukan kepada seluruh warganya untuk secara aktif meningkatkan kesadaran dalam menjaga kelestarian lingkungan. Seruan ini muncul sebagai respons terhadap isu serius pencemaran udara dan air hujan oleh partikel mikroplastik. Fenomena tersebut kini menjadi ancaman nyata bagi kesehatan masyarakat.

Partikel mikroplastik, yang berasal dari sampah dan kebiasaan membakar plastik, berpotensi mencemari lingkungan secara luas. Eri Cahyadi menekankan bahwa masalah ini memiliki dampak jangka panjang yang sangat merugikan. Oleh karena itu, partisipasi aktif dari setiap individu di Surabaya sangat dibutuhkan.

Ia meminta warga untuk tidak ragu menegur tetangga atau siapa pun yang kedapatan membakar sampah atau menggunakan plastik secara berlebihan. Langkah proaktif ini diharapkan dapat menjadi investasi berharga bagi kesehatan dan masa depan generasi penerus di Kota Pahlawan.

Ancaman Mikroplastik dan Peran Sampah

Fenomena hujan mikroplastik, menurut Wali Kota Eri Cahyadi, memiliki korelasi erat dengan pengelolaan sampah yang kurang tepat. Kebiasaan membakar sampah menjadi salah satu faktor utama yang berkontribusi pada penyebaran partikel berbahaya ini. Selain itu, penggunaan plastik secara berlebihan juga memperparah kondisi lingkungan.

"Kalau hujan mikroplastik itu kan terkait dengan sampah dan lain-lainnya. Maka saya minta warga Surabaya yang menjaga. Kalau ada tetangga membakar plastik atau sampah, ya dilarang," ujar Eri Cahyadi di Kota Surabaya. Pernyataan ini menegaskan urgensi peran serta masyarakat dalam menjaga kebersihan.

Ia juga menyoroti bahwa dampak dari masalah ini tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi akan berimbas pada generasi mendatang. Oleh karena itu, upaya pencegahan harus dimulai dari sekarang. Mengurangi penggunaan plastik dan menghentikan pembakaran sampah adalah langkah krusial.

Pentingnya Kesadaran dan Partisipasi Warga

Meskipun pemerintah kota telah mengeluarkan regulasi seperti Peraturan Wali Kota (Perwali) yang membatasi penggunaan kantong kresek plastik, efektivitasnya sangat bergantung pada kesadaran warga. Eri Cahyadi menegaskan bahwa regulasi saja tidak cukup tanpa dukungan aktif dari masyarakat.

"Kalau pemerintah itu mengeluarkan larangan penggunaan kantong plastik, tas-tas kresek plastik, kalau warga masih tetap memakai plastik ya sama saja," jelasnya. Ini menunjukkan bahwa perubahan perilaku individu adalah kunci utama dalam upaya menjaga lingkungan.

Wali Kota Surabaya berharap agar setiap warga dapat menjadi agen perubahan. Mereka didorong untuk tidak ragu bertindak ketika melihat pelanggaran lingkungan. Teguran dan edukasi kepada sesama warga menjadi bentuk partisipasi yang sangat berarti.

"Kalau ada yang bakar sampah, ya tegur, matikan (apinya). Begitu pula, jika ada yang membawa kantong plastik, ya diingatkan," kata Eri Cahyadi. Dengan keberanian untuk mengingatkan, ia optimis masa depan anak cucu di Surabaya akan lebih sehat dan terjamin.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi