Bukan Sekadar Pelestarian, Ini Peran Perguruan Tinggi Atasi Krisis Iklim Menurut Wakil Ketua MPR

Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menekankan bahwa **peran perguruan tinggi atasi krisis iklim** sangat krusial, bukan lagi sekadar pelestarian lingkungan. FHUI jadi contoh nyata, bagaimana?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bukan Sekadar Pelestarian, Ini Peran Perguruan Tinggi Atasi Krisis Iklim Menurut Wakil Ketua MPR
Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno menegaskan Indonesia Climate Change Forum (ICCF) 2025 menjadi platform vital kolaborasi hadapi krisis iklim. Apa saja fokus utamanya? (AntaraNews)

Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, baru-baru ini menyoroti urgensi krisis iklim yang kini telah menjadi kenyataan, bukan lagi sekadar ancaman masa depan. Ia menegaskan bahwa setiap institusi, termasuk perguruan tinggi, memiliki tanggung jawab besar untuk mengambil tindakan konkret. Pernyataan ini disampaikan Eddy di Jakarta pada sebuah acara penting.

Menurut Eddy, tantangan lingkungan saat ini telah bergeser dari tahap pelestarian menuju fase penyelamatan lingkungan secara menyeluruh. Hal ini menandakan perubahan paradigma yang mendesak dalam upaya menjaga keberlanjutan bumi. Oleh karena itu, kontribusi aktif dari berbagai pihak, khususnya dalam peran perguruan tinggi atasi krisis iklim, sangat dibutuhkan.

Dalam konteks tersebut, Eddy Soeparno mengapresiasi langkah Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) yang meresmikan program Green Campus Initiative. Inisiatif ini bertepatan dengan peringatan 101 tahun FHUI, dalam acara Iluni FHUI Back to Campus Volume 2 di Kampus UI, Depok, menunjukkan komitmen nyata terhadap isu lingkungan dan bagaimana peran perguruan tinggi atasi krisis iklim dapat diwujudkan.

Krisis Iklim: Dari Pelestarian Menuju Penyelamatan Lingkungan

Krisis iklim global bukan lagi isu yang dapat ditunda atau dianggap remeh; ia telah menjelma menjadi ancaman nyata yang membutuhkan respons cepat dan terkoordinasi. Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno menekankan bahwa kita tidak lagi berada dalam tahap sekadar melestarikan lingkungan. Situasi mendesak ini menuntut tindakan yang lebih drastis dan transformatif dari seluruh elemen masyarakat.

"Kita tidak lagi dalam tahap melestarikan lingkungan, tetapi menyelamatkan lingkungan," kata Eddy Soeparno, menggarisbawahi perubahan prioritas. Pernyataan ini menunjukkan bahwa upaya konservasi tradisional perlu ditingkatkan menjadi strategi penyelamatan yang lebih komprehensif. Perguruan tinggi, dengan kapasitas riset dan edukasinya, memiliki peran perguruan tinggi atasi krisis iklim yang signifikan dan strategis.

Transformasi ini menuntut kesadaran kolektif dan aksi nyata dari berbagai sektor, termasuk pendidikan tinggi. Kampus-kampus diharapkan tidak hanya menjadi pusat ilmu pengetahuan, tetapi juga garda terdepan dalam mengimplementasikan solusi inovatif. Dengan demikian, mereka dapat berkontribusi secara langsung dalam mitigasi dan adaptasi terhadap dampak krisis iklim yang semakin terasa.

FHUI sebagai Inspirasi Gerakan Kampus Hijau dan Transisi Energi

Dalam upaya konkret mengatasi krisis iklim, Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) menunjukkan komitmen yang patut dicontoh melalui program Green Campus Initiative. Inisiatif ini tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga wujud nyata kepedulian terhadap masa depan bumi. Eddy Soeparno menyampaikan rasa bangga atas langkah progresif FHUI tersebut.

"Ini bukan sekadar simbol, tetapi wujud nyata kepedulian kita terhadap masa depan bumi,” ujar Eddy, mengapresiasi FHUI yang tidak hanya berprestasi di bidang akademik. Program ini mencerminkan bagaimana peran perguruan tinggi atasi krisis iklim dapat diwujudkan melalui kebijakan dan praktik lingkungan yang berkelanjutan. Implementasi nyata dimulai dari lingkungan kampus itu sendiri.

Salah satu langkah konkret yang diambil FHUI adalah penerapan panel surya sebagai sumber energi alternatif untuk memenuhi kebutuhan listrik kampus secara mandiri. Inisiatif ini sangat relevan dengan semangat transisi energi bersih yang sedang digalakkan pemerintah. Penggunaan energi terbarukan seperti panel surya merupakan langkah vital dalam mengurangi jejak karbon.

Eddy Soeparno sangat mendukung rencana FHUI untuk memperluas penggunaan panel surya di masa mendatang. Ia berharap langkah ini dapat menjadi inspirasi bagi fakultas dan universitas lain di seluruh Indonesia. "FHUI akan memperluas penggunaan panel surya. Ini langkah baik dan perlu dukungan semua pihak. Semoga bisa menjadi inspirasi bagi fakultas dan universitas lain di seluruh Indonesia,” tambahnya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi