Dua atlet wushu kebanggaan Jawa Timur, M. Daffa Hidayatullah dan Jennifer Tjahyadi, sukses mencatatkan prestasi gemilang. Mereka berhasil memborong enam medali emas dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri yang berlangsung di Kudus.
Keberhasilan ini diraih setelah keduanya tampil memukau di Djarum Arena Kaliputu, Kabupaten Kudus, pada Minggu (26/10). Masing-masing atlet turun di tiga kelas berbeda pada cabang wushu Taolu-Kungfu (jurus artistik). Hasil ini secara signifikan memperkuat posisi Kontingen Jawa Timur dalam perolehan medali.
Daffa dan Jennifer menunjukkan performa terbaik mereka, bahkan melebihi ekspektasi awal di beberapa nomor. Pencapaian luar biasa ini menjadi bukti kerja keras dan dedikasi tinggi para atlet. Ini juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kontingen Wushu Jatim.
Advertisement
Advertisement
Performa Gemilang M. Daffa Hidayatullah
M. Daffa Hidayatullah mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian luar biasa ini. Ia berhasil menyumbangkan tiga medali emas dari tiga nomor wushu yang diikutinya. Medali ini menjadi kontribusi penting bagi Kontingen Jawa Timur.
Daffa meraih dua medali emas pertamanya dari nomor changquan putra dan jian shu putra pada Sabtu (25/10). Kemudian, pada Minggu, ia kembali menunjukkan dominasinya di nomor qiang shu. Hasilnya, medali emas ketiga berhasil ia genggam.
Menurut Daffa, raihan tiga medali emas ini sudah sesuai dengan target pribadinya. Ia memang bertekad untuk tampil terbaik dan menyabet semua emas di nomor yang diikuti. Pengalaman serupa pernah ia rasakan di kejuaraan nasional sebelumnya.
Advertisement
Meskipun di PON Aceh-Sumut 2024 hanya meraih satu emas dan satu perak, Daffa memiliki ambisi besar. "Saya tentu ingin lebih baik lagi, terutama di PON NTT-NTB 2028 agar bisa menyumbangkan medali emas serupa," ujarnya. Ini menunjukkan semangat juang yang tinggi dari atlet wushu Jatim ini.
Advertisement
Jennifer Tjahyadi, Berjuang Meski Sakit dan Raih Emas
Senada dengan Daffa, Jennifer Tjahyadi juga berhasil menyumbangkan tiga medali emas untuk Kontingen Jawa Timur. Pencapaian ini menjadi motivasi besar baginya. Ia berharap dapat tampil lebih baik lagi di ajang yang lebih tinggi, seperti PON NTT-NTB 2028 mendatang.
Jennifer menunjukkan ketangguhan luar biasa saat bertanding. Meskipun dalam kondisi perut sakit, ia tetap mampu tampil optimal di setiap nomor. Ketiga nomor yang diikutinya, yaitu changquan, gunshu, dan dao shu, berhasil ia dominasi dengan meraih emas.
Atlet wushu putri ini menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan hanya miliknya sendiri. "Tentunya ini juga berkat kerja sama yang solid, baik dari pelatih, ofisial, hingga manajer semuanya," ujarnya. Dukungan penuh dari tim menjadi kunci sukses Kontingen Jatim.
Advertisement
Advertisement
Wushu Jatim Dinobatkan Sebagai Juara Umum
Berkat kontribusi gemilang dari para atletnya, Kontingen Wushu Jawa Timur dinobatkan sebagai juara umum. Mereka berhasil mengumpulkan total 24 medali. Koleksi medali ini terdiri dari 13 medali emas, tujuh perak, dan empat perunggu.
Posisi kedua dalam perolehan medali cabang wushu ditempati oleh DKI Jakarta. Kontingen Ibu Kota meraih total 25 medali, meliputi 11 emas, tiga perak, dan 11 perunggu. Meskipun jumlah medali lebih banyak, Jatim unggul dalam perolehan emas.
Sementara itu, Jawa Tengah berada di posisi ketiga dengan total 22 medali. Kontingen Jateng berhasil membawa pulang lima medali emas, enam perak, dan 11 perunggu. Hasil ini menunjukkan persaingan ketat di cabang wushu PON Bela Diri Kudus.
Advertisement
Sumber: AntaraNews