Dari 4 Jadi 5 Pilar: Kerja Sama Indonesia China Makin Erat Lewat Kunjungan Tingkat Tinggi dan Ekonomi Melonjak

Hubungan Indonesia China semakin mendalam, ditandai kunjungan tingkat tinggi dan pertumbuhan ekonomi pesat. Simak bagaimana Kerja Sama Indonesia China berevolusi dan dampaknya!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Dari 4 Jadi 5 Pilar: Kerja Sama Indonesia China Makin Erat Lewat Kunjungan Tingkat Tinggi dan Ekonomi Melonjak
Duta Besar Djauhari Oratmangun menyatakan kunjungan Presiden Prabowo dan komitmen ekonomi mempererat Kemitraan RI China, kini berevolusi menjadi lima pilar komprehensif. Apa saja pilar-pilar yang memperkuat hubungan kedua negara? (AntaraNews)

Duta Besar Republik Indonesia untuk China dan Mongolia, Djauhari Oratmangun, menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan China terus menguat. Hal ini ditandai oleh serangkaian kunjungan tingkat tinggi serta perluasan ikatan ekonomi yang signifikan antara kedua negara. Pernyataan ini disampaikan dalam resepsi diplomatik di Beijing pada Jumat (24/10) malam.

Resepsi tersebut diselenggarakan untuk memperingati Hari Kemerdekaan ke-80 Indonesia, dihadiri sekitar 800 tamu penting. Termasuk di antaranya adalah para duta besar, diplomat, pejabat pemerintah, serta pemimpin bisnis dari Indonesia dan China. Acara ini menjadi momentum penting untuk menyoroti kemajuan hubungan bilateral yang semakin erat.

Djauhari menjelaskan bahwa kemitraan bilateral telah berkembang secara substansial, dari empat pilar menjadi lima pilar komprehensif. Lima pilar ini mencakup politik, ekonomi, maritim, sosial-budaya, dan keamanan, menunjukkan cakupan kerja sama yang semakin luas. Perkembangan ini menegaskan komitmen kedua negara untuk kemitraan strategis yang berkelanjutan.

Peningkatan Kunjungan Tingkat Tinggi Mempererat Komunikasi Bilateral

Serangkaian pertemuan tingkat tinggi baru-baru ini menjadi bukti nyata penguatan komunikasi bilateral antara Indonesia dan China. Salah satu momen penting adalah kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Beijing pada bulan September, yang menandai awal kepemimpinannya dalam mempererat hubungan diplomatik.

Sebelumnya, Perdana Menteri China Li Qiang juga telah berkunjung ke Jakarta pada bulan Mei, menunjukkan komitmen kedua belah pihak untuk menjaga dialog. Kunjungan ini diikuti dengan Dialog Menteri Luar Negeri dan Pertahanan 2+2 pertama yang dilaksanakan pada bulan April. Dialog tersebut membuka jalur komunikasi strategis yang lebih mendalam.

Pertemuan-pertemuan tersebut tidak hanya memperkuat komunikasi bilateral, tetapi juga menghasilkan pembentukan Dialog Strategis Komprehensif. Ini merupakan kerangka kerja baru yang dirancang untuk membahas isu-isu penting secara lebih terstruktur dan efektif. Penguatan dialog ini diharapkan dapat mengatasi berbagai tantangan dan peluang bersama.

Duta Besar Djauhari Oratmangun menekankan pentingnya interaksi ini. "Hubungan Indonesia dengan China semakin mendalam, ditandai oleh kunjungan tingkat tinggi dan perluasan ikatan ekonomi," ujarnya, menggarisbawahi bahwa kunjungan ini adalah fondasi penting bagi kemitraan yang kuat.

Sektor Ekonomi: Pilar Utama Kerja Sama Indonesia China

Ikatan ekonomi tetap menjadi landasan utama dalam Kerja Sama Indonesia China yang terus berkembang. Volume perdagangan antara kedua negara menunjukkan peningkatan signifikan, mencapai angka US$147,79 miliar pada tahun 2024. Angka ini mencerminkan dinamika perdagangan yang sangat aktif dan saling menguntungkan.

Pada periode Januari hingga Agustus 2025, nilai perdagangan telah mencapai US$104,82 miliar, mengindikasikan tren pertumbuhan yang berkelanjutan. Peningkatan ini menunjukkan bahwa China merupakan mitra dagang yang sangat penting bagi Indonesia. Kedua negara terus berupaya untuk meningkatkan volume dan nilai transaksi perdagangan.

Investasi China di Indonesia juga menunjukkan angka yang substansial, dengan total US$8,1 miliar pada tahun 2024. Selain itu, Hong Kong juga memberikan kontribusi investasi sebesar US$8,2 miliar pada tahun yang sama. Pada paruh pertama tahun 2025, investasi dari China mencapai US$3,6 miliar dan dari Hong Kong sebesar US$4,6 miliar, menyoroti kepercayaan investor.

Dalam upaya lebih lanjut untuk memperkuat kemitraan ekonomi, kedua negara telah sepakat untuk meningkatkan transaksi menggunakan mata uang lokal. Inisiatif ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada mata uang asing dan memperkuat stabilitas keuangan regional. Langkah ini diharapkan dapat memfasilitasi perdagangan dan investasi yang lebih efisien.

Sektor pariwisata juga menjadi bagian penting dari Kerja Sama Indonesia China. China merupakan sumber wisatawan mancanegara terbesar bagi Indonesia, dengan 1,2 juta kunjungan pada tahun 2024. Hingga Agustus 2025, jumlah kunjungan telah mencapai 905.000 wisatawan, menunjukkan minat yang tinggi terhadap destinasi Indonesia.

Duta Besar Djauhari optimis bahwa jumlah wisatawan dapat meningkat lebih lanjut dengan pembukaan rute penerbangan baru dan promosi destinasi yang lebih beragam. Peningkatan konektivitas udara dan upaya pemasaran bersama akan menjadi kunci untuk mencapai target yang lebih tinggi di masa depan. Hal ini akan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.

Diplomasi Budaya Memperkaya Hubungan Indonesia China

Selain aspek politik dan ekonomi, diplomasi budaya juga memainkan peran krusial dalam mempererat Kerja Sama Indonesia China. Resepsi diplomatik di Beijing menjadi ajang istimewa untuk menampilkan kekayaan budaya Indonesia kepada audiens internasional. Acara ini berhasil menarik perhatian banyak pihak.

Para tamu disuguhi beragam pertunjukan budaya, termasuk tarian tradisional dan musik khas Indonesia yang memukau. Berbagai hidangan kuliner ikonik seperti rendang, soto ayam, sate, bakso, gado-gado, nasi goreng, mi goreng, pisang goreng, dan kopi Indonesia turut disajikan. Sajian ini memanjakan lidah para hadirin.

Duta Besar Djauhari sendiri turut berpartisipasi aktif dalam acara tersebut, menyanyikan lagu "Indonesia Pusaka". Ia juga bergabung dalam tarian Poco-poco bersama keluarga, menunjukkan kedekatan dan semangat kebersamaan. Penampilan ini menambah semarak suasana resepsi.

Puncak acara budaya adalah penampilan fusi musik yang memadukan instrumen Indonesia dan China, dipimpin oleh instruktur gamelan Risnandar dari Central Conservatory of Music Beijing. Kolaborasi ini melambangkan harmoni dan persahabatan antara kedua bangsa. Ini menunjukkan bagaimana budaya dapat menjadi jembatan penghubung yang kuat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi