Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, baru-baru ini mengajak para remaja di Kota Kupang untuk secara aktif menemukan jati diri mereka. Ajakan ini disampaikan dalam upaya membangun masa depan sebagai generasi yang memiliki karakter kuat di tengah derasnya arus perkembangan zaman digital.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wawali Francis pada acara Teens Conference 2025 yang diselenggarakan oleh Dareto Academy. Kegiatan penting ini berlangsung di Aula Komodo Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT pada hari Jumat, 25 Oktober.
Konferensi tersebut bertujuan menjadi ajang strategis bagi pembentukan karakter dan pengembangan diri bagi para pelajar di Kota Kupang. Ini merupakan langkah konkret dalam mempersiapkan Remaja Kupang menghadapi berbagai tantangan dan memanfaatkan peluang di era modern.
Advertisement
Advertisement
Tantangan dan Potensi Generasi Digital
Serena Francis menyoroti bahwa generasi muda saat ini, khususnya Gen Z, memiliki kekuatan signifikan dalam bidang teknologi dan kreativitas. Namun, mereka juga menghadapi tantangan serius berupa kecemasan dan kebingungan yang timbul akibat banjir informasi digital yang masif.
Dalam kesempatan tersebut, Wawali Francis menegaskan pentingnya penggunaan teknologi secara bijak. “Kita ini generasi yang cerdas secara digital, tapi jangan biarkan ketakutan dan perbandingan sosial menghambat masa depan kita. Gunakan teknologi untuk berkarya, bukan untuk membandingkan diri,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menyinggung fenomena sosial yang memprihatinkan di kalangan pelajar Kota Kupang. Fenomena tersebut mencakup eksploitasi anak serta peningkatan kasus HIV/AIDS yang memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak.
Advertisement
Oleh karena itu, Serena Francis menyerukan kolaborasi. “Ini menjadi panggilan bagi semua pihak, baik guru, orang tua, pemerintah, dan masyarakat untuk hadir mendampingi generasi muda,” tambahnya, menekankan peran kolektif dalam membimbing Remaja Kupang.
Advertisement
Ruang Kreatif dan Ekonomi untuk Remaja Kupang
Pemerintah Kota Kupang tidak hanya berfokus pada pembentukan karakter, tetapi juga menciptakan ruang bagi pengembangan ekonomi kreatif Remaja Kupang. Wawali Francis menyoroti terobosan melalui program Saboak Sunday Market.
Saboak Sunday Market yang berlokasi di Taman Nostalgia kini telah menjelma menjadi wadah penting bagi kreativitas dan ekonomi. Program ini secara khusus mendukung para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) muda di Kota Kupang.
Sejak diluncurkan pada Juni 2025, program ini telah berhasil menggandeng lebih dari 100 pelaku usaha lokal. Pencapaian ini menunjukkan potensi besar dalam menggerakkan ekonomi lokal, dengan perputaran ekonomi yang mencapai Rp3,8 miliar.
Advertisement
“Kita ingin anak muda Kupang berani berkreasi dan ikut menghidupkan ekonomi kota,” kata Serena Francis, menegaskan komitmen pemerintah dalam memberdayakan Remaja Kupang melalui jalur kewirausahaan.
Advertisement
Peran Dareto Academy dalam Pembentukan Karakter Remaja
Presiden Dareto Academy, Nike Ndaumanu, menjelaskan peran lembaganya dalam mendukung pengembangan Remaja Kupang. Dareto Academy telah beroperasi selama tiga tahun di Kota Kupang sebagai lembaga pendidikan informal.
Fokus utama lembaga ini adalah pengajaran Bahasa Inggris, namun juga berkomitmen pada pengembangan diri secara holistik. Teens Conference 2025 menjadi salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut.
“Kami sangat bersyukur dapat menghadirkan Teens Conference 2025 yang pertama kali digelar di Kota Kupang,” ujar Nike Ndaumanu. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh pelajar dari berbagai SMP dan SMA di Kota Kupang.
Advertisement
Melalui acara ini, diharapkan Remaja Kupang dapat menyalakan semangat, menggali potensi tersembunyi, dan bersama-sama membangun masa depan yang lebih cerah. Dareto Academy juga menargetkan untuk berkembang menjadi pusat pembelajaran di seluruh NTT di masa mendatang.
Sumber: AntaraNews