Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu mengerahkan puluhan personel untuk mengatasi insiden kebakaran yang melanda dua unit rumah di Jalan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Peristiwa nahas ini terjadi pada Sabtu dinihari, di mana api mulai berkobar sekitar pukul 02.13 WIB. Petugas pemadam kebakaran segera merespons laporan dari masyarakat dan tiba di lokasi kejadian untuk memulai upaya pemadaman.
Total 80 personel pemadam kebakaran, didukung 17 unit mobil pemadam, diterjunkan untuk memadamkan api. Mereka berhasil menguasai situasi dan menyelesaikan proses pendinginan dalam waktu kurang dari dua jam.
Advertisement
Advertisement
Kronologi Kebakaran dan Upaya Penyelamatan Cepat
Petugas Gulkarmat Jakarta Utara menerima laporan kebakaran dari masyarakat sekitar pukul 02.13 WIB. Tanpa menunda, tim langsung bergerak cepat menuju lokasi yang berada di Jalan Papanggo, Tanjung Priok.
Kepala Seksi Operasi (Kasiops) Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Gatot Sulaeman, menjelaskan, "Total ada 17 unit mobil pemadam dengan 80 personel yang dikerahkan memadamkan api." Aksi pemadaman dimulai pukul 02.19 WIB.
Dalam insiden kebakaran Tanjung Priok ini, terdapat seorang warga yang sakit dan terkunci di dalam rumah. Warga sekitar yang mendengar teriakan minta tolong segera mendobrak kamar dan berhasil mengamankan korban sebelum api membesar.
Advertisement
Meskipun petugas sempat terkendala akses jalan yang sempit menuju lokasi, api berhasil dipadamkan dengan aman dan kondusif. Proses pendinginan berlangsung hingga pukul 02.58 WIB, dan "Proses pemadaman dinyatakan berakhir pada pukul 03.37 WIB," tambah Gatot.
Advertisement
Dampak dan Kerugian Akibat Insiden di Tanjung Priok
Kebakaran di Tanjung Priok ini menghanguskan dua unit rumah dengan total luas sekitar 160 meter persegi. Kedua rumah tersebut dihuni oleh tujuh kepala keluarga yang terdiri dari 25 jiwa.
Dugaan awal penyebab kebakaran adalah korsleting listrik dari kipas angin yang berada di salah satu kamar. Arus pendek ini memicu api yang kemudian dengan cepat melalap bangunan.
Akibat insiden kebakaran ini, kerugian material yang ditaksir mencapai angka fantastis. "Untuk kerugian akibat kebakaran ditaksir Rp800 juta," kata Gatot Sulaeman.
Advertisement
Warga yang terdampak kini membutuhkan bantuan dan dukungan untuk memulihkan kondisi pasca-kebakaran. Pihak berwenang terus melakukan pendataan dan koordinasi untuk langkah selanjutnya.
Sumber: AntaraNews