Tragis, Satu Korban Kapal Batu Bara Tenggelam di Sungai Barito Berhasil Dievakuasi Tim SAR

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi satu korban dari insiden kapal batu bara tenggelam di Sungai Barito, meninggalkan pertanyaan tentang keselamatan pelayaran.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tragis, Satu Korban Kapal Batu Bara Tenggelam di Sungai Barito Berhasil Dievakuasi Tim SAR
Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi satu korban dari insiden kapal batu bara tenggelam di Sungai Barito, meninggalkan pertanyaan tentang keselamatan pelayaran. (AntaraNews)

Tim SAR gabungan telah berhasil mengevakuasi korban dari insiden kapal 'kelotok' pengangkut batu bara yang tenggelam di perairan Sungai Barito, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Kejadian tragis ini menimpa Ahmad Fauzi, salah satu penumpang kapal yang mengangkut lebih dari 1.000 karung batu bara.

Peristiwa nahas ini terjadi pada Jumat (3/10) sekitar pukul 11:10 WITA, saat kapal hendak melintasi kawasan PT. Australbyna. Lokasi tepatnya berada di titik koordinat 3°20'37.44"S – 114°32'41.76"E, sebuah area vital di jalur pelayaran sungai tersebut.

Dari enam orang yang berada di atas kapal, lima di antaranya berhasil menyelamatkan diri. Namun, Ahmad Fauzi hanyut dan baru berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada sore harinya, sekitar pukul 16:50 WITA, setelah upaya pencarian intensif.

Kronologi Kejadian dan Upaya Pencarian

Kepala Kantor SAR Banjarmasin, I Putu Sudayana, menjelaskan bahwa kapal kelotok tersebut mengangkut lebih dari 1.000 karung batu bara. Muatan yang berat ini diduga menjadi salah satu faktor yang berkontribusi pada insiden tenggelamnya kapal.

Saat kejadian, kapal ditumpangi oleh enam orang. Lima penumpang lainnya berhasil menyelamatkan diri dengan cepat, namun nahas bagi Ahmad Fauzi yang tidak dapat menghindari musibah tersebut.

Tim SAR gabungan segera melancarkan operasi pencarian setelah menerima laporan. Mereka berkoordinasi untuk menyisir area sekitar lokasi tenggelamnya kapal, memanfaatkan berbagai peralatan canggih untuk menemukan korban.

Penemuan Korban dan Proses Evakuasi

Korban Ahmad Fauzi ditemukan di titik koordinat 3°20'787"S – 114°32'588"E. Lokasi penemuan ini hanya sekitar 30 meter dari titik awal kapal tenggelam, menunjukkan bahwa korban tidak terseret terlalu jauh oleh arus sungai.

Setelah ditemukan, korban yang dalam keadaan meninggal dunia segera dievakuasi oleh Tim SAR. Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati untuk memastikan penanganan yang layak.

Selanjutnya, korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan, mengakhiri penantian panjang keluarga. Setelah seluruh proses evakuasi dan identifikasi selesai, pada pukul 17:00 WITA, Tim SAR gabungan melaksanakan evaluasi dan seluruh unsur kembali ke kesatuan masing-masing.

Sinergi Tim SAR Gabungan

Selama proses pencarian, Tim SAR menggunakan sejumlah alat utama dan peralatan pendukung. Alat-alat tersebut meliputi Rescue Car D-Max, Kapal KN SAR 407, Rubber Boat dan mesin tempel, aqua eye, empat set peralatan selam, serta peralatan komunikasi tim dan perorangan.

I Putu Sudayana mengapresiasi seluruh Tim SAR gabungan yang terlibat dalam pelaksanaan operasi ini. Kerja keras dan koordinasi mereka menjadi kunci utama keberhasilan menemukan korban satu hari setelah kejadian.

“Sinergi dan koordinasi antarinstansi menjadi kunci utama keberhasilan operasi SAR di lapangan. Terima kasih atas kerja keras semua unsur hingga seluruh korban berhasil ditemukan,” ujar I Putu Sudayana, menekankan pentingnya kolaborasi.

Operasi SAR ini melibatkan unsur gabungan dari Basarnas Banjarmasin, Ditpolair Polda Kalsel, Satpolair Polresta Banjarmasin, Water Rescue Banjarmasin, PMI Kota Banjarmasin, serta masyarakat setempat. Kolaborasi ini menunjukkan kekuatan tim dalam menghadapi situasi darurat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi