Sampel DNA keluarga korban reruntuhan bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo mulai diambil oleh Bid Dokkes Polda Jatim. Sampel ini nantinya akan digunakan untuk pencocokan identitas jenazah yang susah teridentifikasi.
"Kami mulai kumpulkan DNA dari keluarga dekat yang melaporkan ke posko Ante Mortem Polda Jatim," ujar Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes. Pol. M. Khusnan.
Di lokasi posko Ante Mortem, Bid Dokkes Polda Jatim juga membuka WhatsApp Group bagi keluarga korban. Tujuannya melalui WAG ini segala komunikasi dan informasi terkait perkembangan data identifikasi korban reruntuhan bangunan di Ponpes Al Khoziny dapat efektif.
Khusnan menyampaikan, pengumpulan sampel DNA dilakukan dengan pengambilan swab mukosa mulut. Pengambilan sampel lapisan selaput lendir (mukosa) dari bagian dalam mulut, seperti dinding pipi, untuk pemeriksaan DNA atau pencocokan data identifikasi korban dalam pemeriksaan terhadap jenazah yang nantinya ditemukan dalam proses evakuasi.
Advertisement
Buat Profil DNA
"Pengambilan sampel DNA korban kita ambil dari keluarga terdekat. Orang tua atau saudara kandung. Dengan menggunakan DNA dari keluarga kandung, tim DVI dapat membuat profil DNA pembanding untuk dicocokkan dengan sampel dari jenazah yang susah teridentifikasi," lanjutnya.
Diketahui, bangunan ponpes setinggi empat hingga lima lantai tersebut ambruk pada Senin sore sekitar pukul 15.35 WIB. Peristiwa itu membuat sejumlah orang, termasuk santri, sempat terjebak di bawah reruntuhan sebelum tim gabungan berhasil mengevakuasi mereka.