Tahukah Anda? Unimed Luncurkan Buku 'Membangun Negeri dari Sekolah', Pilar Utama Pembangunan Bangsa

Universitas Negeri Medan (Unimed) meluncurkan buku 'Membangun Negeri dari Sekolah' yang ditulis tiga pakar, mengungkap sekolah sebagai fondasi utama pembangunan bangsa dan masa depan cerah Indonesia.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Unimed Luncurkan Buku 'Membangun Negeri dari Sekolah', Pilar Utama Pembangunan Bangsa
Universitas Negeri Medan (Unimed) meluncurkan buku 'Membangun Negeri dari Sekolah' yang ditulis tiga pakar, mengungkap sekolah sebagai fondasi utama pembangunan bangsa dan masa depan cerah Indonesia. (Merdeka.com)

Universitas Negeri Medan (Unimed) baru-baru ini meluncurkan sebuah karya monumental berjudul "Membangun Negeri dari Sekolah" di Medan. Peluncuran ini menegaskan kembali peran krusial institusi pendidikan dalam membentuk masa depan bangsa yang lebih baik.

Buku ini merupakan hasil kolaborasi tiga pakar pendidikan Sumatera Utara: Prof Dr Syawal Gultom, Dr Dionisius Sihombing, dan Dr Salman Munthe. Mereka menyajikan pandangan komprehensif mengenai hakikat pembangunan sejati yang melampaui kemajuan fisik semata.

Karya intelektual ini berargumen bahwa sekolah adalah motor penggerak utama dalam mewujudkan keadilan sosial dan keberlanjutan. Ini demi kesejahteraan yang merata bagi seluruh generasi Indonesia di masa mendatang.

Hakikat Pembangunan Sejati dan Peran Tiga Pusat Pendidikan

Prof Syawal Gultom menjelaskan, buku "Membangun Negeri dari Sekolah" berfungsi sebagai "dalil pengetahuan" yang menguraikan pembangunan sejati. Pembangunan ini tidak hanya tentang kemajuan fisik, tetapi juga mencerminkan keadilan sosial dan keberlanjutan. Tujuannya adalah mencapai kesejahteraan merata bagi semua generasi.

Fondasi utama dari visi ini adalah sinergi kuat antara tiga pusat pendidikan vital. Ketiga pusat tersebut adalah keluarga, sekolah, dan masyarakat. Mereka secara kolektif bertanggung jawab penuh atas pengembangan individu secara holistik dan menyeluruh.

Pendidikan dipandang sebagai proses seumur hidup yang jauh melampaui sekadar transfer pengetahuan akademis. Lebih dari itu, pendidikan juga berperan penting dalam membentuk karakter serta akhlak mulia setiap individu. Hal ini menjadi esensi penting dalam upaya membangun negeri dari sekolah.

Analisis Sistem Pendidikan dan Tantangan yang Dihadapi

Buku ini secara cermat menganalisis anatomi sistem pendidikan di Indonesia. Penulis mengidentifikasi komponen-komponen krusial yang harus ada. Ini meliputi guru profesional, sarana dan prasarana yang memadai, serta alokasi anggaran transparan.

Alokasi anggaran tersebut termasuk 20 persen dari APBN yang diamanatkan untuk sektor pendidikan. Namun, para penulis tidak luput menyoroti berbagai tantangan signifikan. Tantangan ini menghambat kemajuan pendidikan nasional secara keseluruhan.

Tantangan tersebut mencakup kualitas pendidikan yang masih rendah dan ketidakmerataan akses pendidikan. Selain itu, metode pengajaran yang cenderung pasif dan kesejahteraan guru yang belum optimal juga menjadi sorotan. "Masalah-masalah ini tidak dianggap sebagai entitas terisolasi, melainkan sebagai bagian dari siklus sebab-akibat yang saling terkait," kata Prof Syawal Gultom.

Sekolah sebagai Fondasi Fundamental Pembangunan Bangsa

Rektor Unimed, Prof Baharuddin, menyampaikan apresiasi mendalam atas lahirnya karya intelektual berharga ini. Baginya, sebuah buku bukan hanya sekumpulan kata-kata biasa. Namun, ia adalah jejak pemikiran, rekaman pengalaman, dan refleksi cita-cita besar.

Buku "Membangun Negeri dari Sekolah" membawa pesan sederhana namun sangat mendalam. Pesan utamanya adalah bahwa masa depan bangsa ini idealnya harus dibangun dari sekolah. Sekolah adalah tempat pertama yang menanamkan nilai, ilmu, dan karakter.

Dari sekolah pula akan lahir generasi penerus bangsa yang kelak mengisi ruang-ruang strategis. Mereka akan menjadi guru, ilmuwan, birokrat, pengusaha, bahkan pemimpin bangsa di masa depan. Oleh karena itu, membangun negeri dari sekolah bukanlah sekadar jargon, melainkan strategi pembangunan bangsa yang paling fundamental.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi