Dubes Rachmat: 75 Tahun Hubungan Diplomatik, Pertukaran Budaya Indonesia Thailand Kunci Pererat Bilateral

Duta Besar RI untuk Thailand, Rachmat Budiman, menekankan peran vital pertukaran budaya dalam mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Thailand yang telah terjalin 75 tahun. Acara Indonesian Cultural Night menjadi bukti nyata komitmen ini.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Dubes Rachmat: 75 Tahun Hubungan Diplomatik, Pertukaran Budaya Indonesia Thailand Kunci Pererat Bilateral
Duta Besar RI untuk Thailand, Rachmat Budiman, menekankan peran vital pertukaran budaya dalam mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Thailand yang telah terjalin 75 tahun. Acara Indonesian Cultural Night menjadi bukti nyata komitmen ini. (Merdeka.com)

Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Thailand, Rachmat Budiman, baru-baru ini menegaskan peran krusial pertukaran budaya dalam memperkuat jalinan hubungan bilateral antara kedua negara sahabat. Pernyataan ini disampaikan Dubes Rachmat dalam sambutannya pada acara prestisius 2025 Indonesian Cultural Night yang sukses digelar di Bangkok.

Acara tersebut, yang berlangsung pada Ahad (14/9) di KBank Siam Pic-Ganesha Theatre, Bangkok, merupakan bagian dari program prioritas tahunan KBRI Bangkok. Ribuan penonton dan sejumlah pejabat tinggi Thailand turut hadir untuk menyaksikan kekayaan seni dan budaya Indonesia.

Penegasan ini bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Thailand, sebuah momentum yang menurut Dubes Rachmat, menjadikan budaya sebagai inti persahabatan. Budaya diharapkan terus menjadi kompas dan jembatan untuk langkah kerja sama ke depan, termasuk dengan peluncuran Kemitraan Strategis tahun ini.

Peran Budaya dalam Diplomasi Indonesia-Thailand

Dubes Rachmat Budiman menggarisbawahi bahwa budaya tidak hanya menjadi elemen pelengkap, melainkan fondasi utama dalam hubungan diplomatik yang telah terjalin selama 75 tahun antara Indonesia dan Thailand. Ia menyatakan bahwa budaya akan selalu menjadi "kompas sekaligus jembatan" yang memandu serta mempererat langkah-langkah kerja sama di masa mendatang.

Peringatan ulang tahun ke-75 hubungan diplomatik ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga penanda dimulainya era baru. Peluncuran Kemitraan Strategis pada tahun ini menandai komitmen kedua negara untuk meningkatkan kerja sama di berbagai sektor, dengan pertukaran budaya sebagai salah satu pilar utamanya.

Kegiatan seperti 2025 Indonesian Cultural Night merupakan bagian integral dari program prioritas tahunan KBRI Bangkok. Acara ini termasuk dalam rangkaian Trade, Tourism, Investment, and Culture Forum (TTICF) yang dirancang untuk memperkuat hubungan dan kerja sama Indonesia–Thailand secara komprehensif, mencakup pertunjukan budaya, forum bisnis, dan pameran seni.

Kemeriahan Malam Budaya Indonesia di Bangkok

KBRI Bangkok sukses menyelenggarakan 2025 Indonesian Cultural Night di KBank Siam Pic-Ganesha Theatre, Bangkok, pada Ahad (14/9). Acara ini menjadi magnet bagi sekitar 1.000 penonton, yang sebagian besar adalah warga Thailand, menunjukkan antusiasme publik terhadap budaya Indonesia.

Kehadiran sejumlah pejabat tinggi pemerintah Thailand turut memeriahkan malam budaya tersebut. Di antaranya adalah Ketua Senat, Ombudsman, Penasihat Ketua DPR, Direktur Jenderal Protokol Kementerian Luar Negeri, serta Penasihat Menteri Kebudayaan Thailand untuk Urusan Luar Negeri, menegaskan pentingnya acara ini di mata pemerintah Thailand.

Perayaan ini juga menjadi momen penting dalam memperingati 75 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Thailand. Melalui sajian seni dan budaya, acara ini tidak hanya menghibur tetapi juga menjadi medium efektif untuk mempererat ikatan persahabatan dan saling pengertian antar kedua bangsa.

Kolaborasi Seni dan Tradisi dari Dua Negara

Lebih dari 200 penampil memukau hadirin dengan beragam tarian dan musik tradisional Indonesia. Para siswi Sekolah Indonesia Bangkok (SIB) menampilkan kepiawaian mereka dalam memainkan angklung dan kulintang, membawakan lagu "To Mepare" dan "Janger", menunjukkan bakat generasi muda dalam melestarikan budaya.

Panggung juga diramaikan dengan pertunjukan tari tradisional "Kabela" dan "Dana-dana" oleh Nusantara Arts Forum, "Reog Ponorogo" dari Sanggar Candra Waskitha, serta "Bhineka Betokaw" dan "Garantung Lalang Mandau" oleh Sanggar Sampan Bujana Sentra. Tak ketinggalan, seni khas Bali "Cak Wayang Subali Sugriwa" dari Sanggar Paripurna turut memukau penonton.

Kolaborasi lintas negara juga menjadi sorotan utama. Tim kesenian Universitas Sumatra Utara membawakan lagu daerah Batak "Biring Manggis", sementara The Elderly from Sawangkhanivas, Thai Red Cross Society, menyanyikan lagu "Burung Kakatua" dalam dua bahasa, Indonesia dan Thailand. Puncak kolaborasi terjadi saat Dubes Rachmat tampil bersama Brass Band dari Burapha University, membawakan lagu-lagu tradisional kedua negara seperti "Cuma Ale Sandiri", "Jai Sung Mah", dan "Yarm Yen" (Love at Sundown) karya Raja Rama IX Thailand.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi