Seorang mahasiswa Iko Juliant Junior meninggal dunia secara tidak wajar usai menjalani perawatan di RSUP Kariadi Semarang. Mahasiswa fakultas hukum Unnes Semarang tersebut sempat mengigau memohon, "Ampun pak, tolong pak, jangan pukuli saya lagi".
Kabar yang beredar di akun sosial media menunjukkan ketika Iko pamit kepada ibunya untuk pergi ke kampus dengan membawa jas almamater, PDH DPM, dan tas ransel biru menggunakan sepeda motor, Sabtu (30/8) sore.
Kemudian pada, Minggu (31/8) sekitar pukul 11.00 WIB, Iko dibawa ke RSUP Kariadi Semarang oleh personel Brimob Polda Jateng. Dokter rumah sakit mengungkap bahwa Iko mengalami kerusakan limpa dan pendarahan hebat, sehingga harus menjalani operasi.
Sang ibu yang menunggu sempat mendengar putranya mengigau sebelum meninggal dunia pada pukul 15.30 WIB.
Pihak rumah sakit dan kepolisian menyatakan penyebab meninggalnya Iko adalah kecelakaan lalu lintas di Jalan Dr. Cipto, Semarang.
Motor milik almarhum kini diamankan di Polda Jateng. Saat kejadian, Iko bersama rekannya, Ilham, yang kini kritis dan mengalami trauma.
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto, menyarankan agar keluarga Iko datang ke Polrestabes Semarang atau Mapolda untuk memberi laporan yang resmi.
"Segera keluarganya atau utusannya merapat ke Polretabes Semarang atau ke Mapolda untuk informasikan secara resmi kejadian tersebut guna penyelidikan atas informasi tersebut," kata Artanto dikonfirmasi.
Kepala UPT Humas Unnes, Surahmat mengatakan masih mengumpulkan informasi mengenai kematian Iko. Pihaknya juga belum menyampaikan keterangan resmi karena masih mencari kebenaran informasi tersebut.
"Belum ada, Mas. Kami masih berusaha mengumpulkan informasi. Mohon maaf, saya belum cukup informasi untuk menjawab. Sama seperti rekan-rekan, sampai saat ini kami juga masih berusaha mencari informasi," kata Surahmad.
Advertisement