Fakta Menarik: SKK Migas-KEI Turun Tangan Bantu Penanganan Stunting di Kepulauan Sumenep

SKK Migas dan Kangean Energy Indonesia (KEI) berkolaborasi dengan Pemkab Sumenep dalam penanganan stunting di Kepulauan Sapeken. Simak detail program intensifnya!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Menarik: SKK Migas-KEI Turun Tangan Bantu Penanganan Stunting di Kepulauan Sumenep
SKK Migas dan Kangean Energy Indonesia (KEI) berkolaborasi dengan Pemkab Sumenep dalam penanganan stunting di Kepulauan Sapeken. Simak detail program intensifnya! (Merdeka.com)

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kangean Energy Indonesia (KEI) kini aktif berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep. Kolaborasi strategis ini bertujuan untuk mempercepat penanganan stunting yang masih menjadi isu krusial di Kepulauan Sapeken, khususnya di wilayah Pagerungan Besar. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak-anak di sana.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-P2KB) Kabupaten Sumenep, Ellya Fardasah, bantuan yang diberikan oleh SKK Migas dan KEI sangat komprehensif. Bantuan tersebut mencakup penyediaan sarana dan prasarana kesehatan yang memadai, serta pemberian makanan tambahan gizi yang sangat dibutuhkan oleh penderita stunting. Program ini dijalankan melalui sinergi dengan Puskesmas Pagerungan, yang menjadi pusat pelaksanaan di lapangan.

Ellya Fardasah menambahkan bahwa program percepatan penanganan kasus stunting di Pagerungan Besar ini secara spesifik menyasar 20 anak. Setiap anak akan mendapatkan pendampingan intensif selama 120 hari penuh. Melalui intervensi gizi yang terarah dan berkelanjutan, diharapkan kondisi gizi mereka dapat meningkat secara signifikan, serta mendukung pertumbuhan yang lebih optimal.

Dukungan Komprehensif dan Peran Vital Kader Posyandu

Selama masa pendampingan, anak-anak yang menjadi sasaran program akan menerima makanan tambahan bergizi yang disalurkan oleh kader Posyandu. Para kader ini sebelumnya telah mendapatkan pelatihan khusus untuk memastikan pemberian nutrisi yang tepat dan efektif. Pendampingan ini dilakukan secara harian, sementara kegiatan Posyandu rutin dilaksanakan seminggu sekali untuk memantau kemajuan gizi anak.

Dinkes Sumenep turut memperkuat program ini dengan menerjunkan sebanyak 20 kader Posyandu yang berdedikasi tinggi. Mereka didukung penuh oleh tenaga profesional kesehatan, termasuk satu bidan puskesmas dan satu penanggung jawab gizi dari Puskesmas Pagerungan Besar. Kehadiran tim multidisiplin ini menjamin kualitas pendampingan yang holistik dan terukur bagi setiap anak.

SKK Migas dan KEI telah menunjukkan komitmen luar biasa dengan bersedia membantu berbagai jenis kebutuhan dalam program ini. Dukungan mereka meliputi penyediaan logistik, nutrisi, dan fasilitas yang diperlukan, sehingga benar-benar membantu percepatan penanganan kasus stunting di wilayah tersebut. Kepala Dinkes-P2KB, Ellya Fardasah, menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas kontribusi berkelanjutan ini.

Strategi Pencegahan dan Harapan Masa Depan Kesehatan Anak

Ellya Fardasah secara khusus menyampaikan apresiasi kepada SKK Migas dan KEI atas keterlibatan aktif mereka dalam setiap kegiatan kesehatan masyarakat di Pagerungan Besar. Ia berharap dukungan ini akan terus berlanjut, sehingga masyarakat dapat mencapai kondisi gizi yang lebih baik dan anak-anak tumbuh menjadi generasi yang sehat dan bermanfaat bagi bangsa.

Manajer Humas KEI, Kampoi Naibaho, menekankan bahwa program ini memiliki visi yang lebih luas daripada sekadar penanganan 20 anak yang saat ini mengalami stunting. Fokus utama juga mencakup upaya pencegahan stunting agar kasus serupa dapat ditekan sejak dini. Menurutnya, pencegahan memiliki urgensi yang sama pentingnya dengan penanganan langsung.

Kampoi Naibaho berharap agar kader Posyandu terus aktif melaksanakan kegiatan rutin mereka sebagai garda terdepan dalam upaya kesehatan masyarakat. Dengan sinergi dan dukungan kuat dari berbagai pihak, program ini diharapkan mampu secara signifikan meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak di Pagerungan Besar. Ini sekaligus akan mempercepat pencapaian target penurunan angka stunting di Kabupaten Sumenep secara menyeluruh.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi