Aparat Kepolisian Resor (Polres) Blitar, Jawa Timur, tengah gencar menangani kasus perampasan kendaraan sepeda motor atau begal yang disertai dengan penganiayaan berat. Insiden ini, yang kini viral di berbagai platform media sosial, menimpa seorang remaja berusia 18 tahun hingga mengalami luka-luka serius di tubuhnya.
Kejadian tragis ini dilaporkan terjadi di jalan tanah yang melintasi hutan jati, tepatnya di wilayah Lingkungan Kembangan, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar. Korban, WFS (18), seorang warga Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, menjadi sasaran kejahatan pada akhir pekan lalu saat hendak menuju tempat kerjanya.
Kronologi awal menunjukkan bahwa korban sedang dalam perjalanan untuk membantu memasak di Desa Darungan, Kecamatan Kademangan, ketika ia diserang secara tiba-tiba. Pihak kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengidentifikasi dan menangkap pelaku yang masih buron.
Advertisement
Advertisement
Kronologi Detik-detik Penyerangan Begal Blitar
Kasus begal Blitar yang menimpa WFS berawal saat korban mengendarai sepeda motor bernomor polisi AG 4872 FB sendirian. Ia tidak mengenakan helm dan membawa tas samping berwarna putih, dalam perjalanan dari rumah saksi Maryono di Kelurahan Kembangarum menuju Desa Darungan.
Ketika melintasi jalan dalam hutan jati di Lingkungan Kembangan, korban melihat seorang pria berjalan searah di tepi jalan. Pria tersebut membawa tas punggung dan memegang kayu bulat sepanjang 40 centimeter di tangan kanannya, sebuah detail yang kemudian menjadi kunci dalam insiden ini.
Tanpa disangka, saat korban melewati pelaku, pria tersebut tiba-tiba memukul bahu korban menggunakan kayu. Pukulan telak itu mengakibatkan WFS langsung terjatuh dari sepeda motornya. Pelaku kemudian melancarkan dua pukulan lagi yang mengenai kepala bagian depan dan samping kiri korban, menunjukkan niat jahat yang jelas.
Advertisement
Setelah melumpuhkan korban, pelaku dengan cepat merampas tas milik WFS yang berisi dua unit telepon seluler, Kartu Tanda Penduduk (KTP), serta kartu BPJS. Tak hanya itu, pelaku juga membawa kabur sepeda motor korban, meninggalkan WFS dalam kondisi terluka parah di tengah hutan.
Advertisement
Upaya Penyelidikan dan Pencarian Pelaku Begal Blitar
Pasca-kejadian begal Blitar yang mengerikan ini, korban WFS segera mendapatkan pertolongan dari warga sekitar yang menemukannya. Ia kemudian dibawa ke fasilitas perawatan kesehatan terdekat untuk mendapatkan visum dan penanganan medis atas luka-luka yang dideritanya pada bahu, serta kepala bagian depan dan samping kiri.
Kasus perampasan dan penganiayaan ini langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian setempat, Polres Blitar. Petugas dengan sigap memulai proses pemeriksaan terhadap korban untuk mengumpulkan informasi awal dan mengidentifikasi ciri-ciri pelaku yang melakukan aksi begal ini.
Korban mengaku tidak mengenal pelaku sama sekali, namun ia dapat memberikan deskripsi fisik yang cukup jelas. Pelaku digambarkan sebagai seorang laki-laki dengan tinggi badan sekitar 165 centimeter, mengenakan jaket berwarna hitam dengan motif tulisan putih. Ciri-ciri ini menjadi modal awal bagi aparat dalam melakukan pencarian.
Advertisement
Hingga saat ini, Polres Blitar masih terus melakukan penyelidikan intensif dan pencarian terhadap pelaku. Kasi Humas Polres Blitar, Ipda Putut Siswahyudi, menegaskan komitmen pihaknya untuk segera mengungkap kasus ini dan menangkap pelaku agar dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum.
Sumber: AntaraNews