Organisasi kemasyarakatan Madura yang tergabung dalam Forum Komunikasi Organisasi Masyarakat Madura (FKOM) di Malaysia baru-baru ini menggelar acara perpisahan. Acara ini ditujukan untuk Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Malaysia, Dato' Indera Hermono, pada Sabtu malam di Kuala Lumpur. Momen ini menjadi penanda akan berakhirnya masa tugas sang diplomat.
Sekretaris FKOM, Khoirul Yatim, menjelaskan bahwa acara tersebut merupakan bentuk penghormatan. Dubes RI Hermono akan segera mengakhiri masa jabatannya dalam beberapa bulan mendatang. Kedekatan yang terjalin antara Dubes Hermono dan masyarakat Indonesia, khususnya komunitas Madura, menjadi alasan utama di balik inisiatif ini.
Yatim, yang telah menetap di Malaysia sejak 2008, secara pribadi mengakui bahwa Hermono adalah duta besar yang paling dekat dengan masyarakat. Rasa terima kasih dan haru menyelimuti suasana perpisahan tersebut. Dubes RI Hermono sendiri menyatakan rasa syukurnya atas acara besar yang diselenggarakan khusus untuknya.
Advertisement
Advertisement
Kedekatan yang Terukir di Hati Masyarakat
Khoirul Yatim menegaskan bahwa selama dirinya berada di Malaysia, hanya Dubes RI Hermono yang mampu membangun kedekatan luar biasa dengan masyarakat Indonesia. Khususnya bagi warga Madura, kehadiran Hermono terasa sangat personal dan mendukung. Kedekatan ini telah menciptakan ikatan emosional yang kuat antara duta besar dan komunitas.
Dalam suasana penuh kehangatan, Yatim turut mendoakan kesehatan dan keberkahan usia bagi Dubes RI Hermono. Doa ini mencerminkan harapan tulus dari komunitas yang merasa sangat terbantu oleh kepemimpinan Hermono. Kehadiran seorang kiai dari Bangkalan, Madura, dalam acara tersebut semakin menambah kekhidmatan dan nilai spiritual.
Dubes RI Hermono tidak dapat menyembunyikan rasa harunya atas inisiatif yang luar biasa ini. Ia sangat terkesan dengan acara perpisahan yang begitu besar dan dihadiri oleh tokoh-tokoh penting. Pengakuan dari masyarakat Madura ini menjadi bukti nyata dari dampak positif yang telah ia berikan selama masa tugasnya.
Advertisement
Advertisement
Tantangan dan Dukungan Selama Pandemi
Dubes RI Hermono mulai bertugas di Malaysia pada tahun 2020, sebuah periode yang sangat menantang. Kedatangannya bertepatan dengan merebaknya pandemi COVID-19 yang parah. Saat itu, ratusan ribu warga negara Indonesia di Malaysia sangat membutuhkan bantuan dan perlindungan.
Dalam situasi krisis tersebut, Hermono mengungkapkan rasa syukurnya atas dukungan tak ternilai dari berbagai organisasi kemasyarakatan. Ia secara khusus menyoroti peran penting ormas Madura yang aktif membantu KBRI Kuala Lumpur. Kolaborasi ini menjadi kunci dalam mengatasi berbagai kesulitan yang muncul akibat pandemi.
Dubes RI Hermono menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua ormas dan individu yang telah berkontribusi. Bantuan mereka sangat krusial dalam menjalankan tugas-tugas diplomatik yang luar biasa sulit di masa pandemi. Pengalaman ini meninggalkan kesan mendalam bagi Hermono, memperlihatkan solidaritas komunitas.
Advertisement
Advertisement
Estafet Kepemimpinan dan Kenangan Abadi
Setelah lima tahun mengabdi, Dubes RI Hermono akan segera menyelesaikan tugasnya sebagai perwakilan Indonesia di Malaysia. Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Spanyol. Masa tugasnya di Malaysia, meskipun penuh tantangan, juga diwarnai dengan banyak kesan menyenangkan yang akan selalu ia kenang.
Dalam acara perpisahan ini, Dubes RI Hermono menerima sebuah plakat sebagai simbol apresiasi dari masyarakat Madura. Penyerahan plakat ini menandakan rasa terima kasih atas dedikasi dan pengabdiannya. Momen ini menjadi kenang-kenangan berharga yang akan terus melekat.
Selain itu, FKOM juga menyerahkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga organisasi kepada Wakil Duta Besar RI untuk Malaysia yang baru, Danang Warsito. Penyerahan ini menunjukkan kesinambungan kerja sama antara KBRI dan komunitas. Ini juga menjadi simbol estafet kepemimpinan dalam menjaga hubungan baik dengan WNI.
Advertisement
Sumber: AntaraNews