Tragis! Dua Penambang Emas Sangihe Tewas Tertimbun Longsor, SAR Gabungan Lakukan Evakuasi Dramatis

Dua penambang emas Sangihe ditemukan meninggal dunia setelah tertimbun longsor di lokasi tambang tradisional. Simak detik-detik evakuasi dramatis tim SAR gabungan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tragis! Dua Penambang Emas Sangihe Tewas Tertimbun Longsor, SAR Gabungan Lakukan Evakuasi Dramatis
Dua penambang emas Sangihe ditemukan meninggal dunia setelah tertimbun longsor di lokasi tambang tradisional. Simak detik-detik evakuasi dramatis tim SAR gabungan. (Merdeka.com)

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi dua penambang emas tradisional yang tertimbun longsor di Dusun Entana Mahamu, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Peristiwa tragis ini menimpa Jatri Lomboh dan Victor Luis Pontoh, keduanya berasal dari Desa Lesabe Lingkungan I, Kecamatan Tabukan Selatan, Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Insiden longsor yang merenggut nyawa kedua penambang ini terjadi pada Jumat, 22 Agustus 2024. Evakuasi korban dilakukan menjelang tengah malam oleh tim yang terdiri dari Basarnas Pos SAR Tahuna, TNI, Polri, pemerintah setempat, serta partisipasi aktif dari keluarga korban dan masyarakat penambang.

Humas Kantor SAR Manado, Nuriadin Gumeleng, menjelaskan bahwa proses pencarian dilakukan secara manual. Tim menggunakan metode penggalian dan penyiraman dengan 'water pump' di lokasi yang diperkirakan menjadi titik tertimbunnya korban. Upaya keras ini membuahkan hasil meskipun dengan kondisi yang memilukan.

Kronologi Evakuasi Dramatis Penambang Emas Sangihe

Tragedi yang menimpa dua penambang emas Sangihe ini bermula saat mereka sedang beraktivitas di area tambang tradisional. Longsor tiba-tiba terjadi, menjebak keduanya di bawah material tanah dan bebatuan. Informasi mengenai kejadian ini segera sampai ke pihak berwenang, memicu respons cepat dari tim SAR gabungan.

Proses evakuasi berlangsung dalam suasana tegang dan penuh kehati-hatian. Tim bekerja tanpa henti untuk mencapai lokasi di mana korban diperkirakan berada. Mereka menggunakan peralatan seadanya namun efektif, seperti penggalian manual dan bantuan water pump untuk membersihkan material longsor.

Korban pertama, Jatri Lomboh, berhasil ditemukan pada pukul 21.32 WITA dalam keadaan meninggal dunia. Tak lama berselang, sekitar pukul 22.13 WITA, korban kedua, Victor Luis Pontoh, juga ditemukan dalam kondisi yang sama. Kedua jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan di rumah duka, mengakhiri pencarian yang penuh duka ini.

Peringatan Dini dan Bahaya Tambang Tradisional

Insiden longsor di lokasi tambang emas tradisional Sangihe ini menjadi pengingat keras akan risiko tinggi yang dihadapi para penambang. Area pertambangan seringkali memiliki struktur tanah yang labil, terutama saat musim hujan atau setelah aktivitas penggalian yang intensif. Kondisi ini meningkatkan potensi terjadinya longsor yang dapat mengancam keselamatan jiwa.

Basarnas Sulawesi Utara, khususnya wilayah Pos SAR Tahuna, menyoroti pentingnya kewaspadaan. Mereka mengimbau seluruh masyarakat, khususnya para penambang tradisional, untuk selalu berhati-hati dan meningkatkan kesadaran akan potensi bahaya di lokasi tambang. Keselamatan seharusnya menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas pertambangan.

Pemerintah dan pihak terkait diharapkan terus memberikan edukasi serta pengawasan. Hal ini penting untuk meminimalisir risiko kecelakaan serupa di masa mendatang. Penggunaan peralatan keselamatan yang memadai dan pemahaman akan kondisi geologis area tambang dapat menjadi langkah preventif yang krusial bagi para penambang emas Sangihe dan di seluruh wilayah rawan longsor lainnya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi