Akhirnya Istana Tanggapi Fenomena 'Rojali' dan 'Rohana

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi berkomentar soal istilah yang lagi ramai Rojali dan Rohana.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham - Reporter
Akhirnya Istana Tanggapi Fenomena 'Rojali' dan 'Rohana
Ilustrasi belanja di supermarket/Shutterstok-Hananeko_Studio. (@ 2024 merdeka.com)

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi meminta agar istilah Rojali (rombongan jarang beli) dan Rohana (rombongan hanya nanya) tak dijadikan sebagai bahan candaan atau joke. Menurut dia, munculnya istilah tersebut menjadi lecutan bahwa masih banyak hal yang perlu dibenahi.

"Saya sih terus terang tidak terlalu gembira dengan istilah itu. Menurut pendapat saya, istilah itu jangan dijadikan sebagai sebuah joke atau lelucon," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (5/8/2025).

"Itu adalah sebuah lecutan bagi kita bahwa memang masih banyak yang harus kita perjuangkan, masih banyak yang harus kita benahi," sambungnya.

Pengingat

Ada Pesta Rakyat HUT ke-80 RI di Monas 17 Agustus 2025, Catat Jamnya
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (5/8/2025). (Liputan6.com/Lizsa Egeham) © 2025 Liputan6.com

Dia menyampaikan istilah 'Rojali' dan 'Rohana' menjadi pengingat bagi pemerintah untuk bekerja keras meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Tak hanya itu, kata Prasetyo, hal ini juga pengingat pemerintah meningkatkan investasi dan mencegah kebocoran anggaran.

"Kalau bagi kami pemerintah, fenomena itu menjadi semacam pengingat bahwa masih ada kelompok saudara-saudara kita yang memang kita masih harus bekerja terus itu mendorong pertumbuhan ekonomi kita lebih optimal lagi," tuturnya.

"Mendorong investasi kita lebih optimal lagi, mengurangi kebocoran-kebocoran sebagaimana yang Bapak Presiden sering sampaikan, di segala sektor, di segala lini, di segala lapisan," imbuh Prasetyo.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menanggapi fenomena Rojali (Rombongan Jarang Beli) dan Rohana (Rombongan Hanya Nanya) yang belakangan ramai dibicarakan publik. Menurutnya, isu ini tidak sejalan dengan fakta ekonomi yang menunjukkan konsumsi masyarakat masih kuat.

Airlangga menyebut kinerja sektor ritel pada semester I-2025 masih menunjukkan pertumbuhan yang solid. Ia merinci, pertumbuhan penjualan dari tiga entitas usaha termasuk pabrikan dan jaringan minimarket masing-masing tumbuh.

"Kalau kita lihat kinerja keuangan sektor retail, jadi tiga perusahaan pabrik, satu minimarket, yang kedua salah satu yang banyak outlet di mall. Seluruhnya semester satu ini pertumbuhannya mendekati 5%, 4,99%, 6,85%, dan 12,87%. Ini menunjukkan bahwa terkait dengan isu Rohana dan Rojali ini, ini isu yang ditiup-tiup," kata Airlangga dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (5/8/2025).

Rekomendasi