Gubernur Aceh Muzakir Manaf membeberkan alasan di balik perebutan empat pulau di Aceh Singkil yang dimasukkan ke dalam wilayah Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (Sumut) oleh Kementerian Dalam Negeri.
"Kenapa sekarang berebut empat pulau itu? Tahu tidak? Itu di sana ada kandungan energi, kandungan gas, sama besar dengan di Andaman," kata Muzakir saat melantik Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sabang, Sabtu (14/6).
Sebab faktor adanya kandungan sumber daya alam itulah, tutur pria akrab disapa Mualem tersebut, empat pulau yakni; Pulau Mangkir Gadang, Pulau Mangkir Ketek, Pulau Lipan dan Pulau Panjang ingin direbut dari Aceh.
Dia menegaskan Pemerintah Aceh tidak akan tinggal diam melihat keempat pulau yang ditetapkan lewat Keputusan Mendagri Nomor 300.2.2-2138 Tahun 2025 itu kini masuk ke Tapanuli Tengah, Sumut.
"Ini PR (pekerjaan rumah) kita semua untuk menjaga Aceh," ujarnya.
Kendati demikian, dia meminta masyarakat Aceh menyikapi polemik sengketa pulau ini dengan lebih bijaksana. Rencananya, Pemerintah Aceh akan menjumpai Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada 18 Juni mendatang untuk menyelesaikan polemik tersebut.
"Empat pulau itu hak kita. Kita punya. Untuk apa kita berteriak ini itu, itu hak kita. Cuma kita selow saja, enggak apa-apa," kata Mualem.
Berkaca dari pulau yang kini masuk ke Sumut itu, sambil berkelakar Mualem memberi nasihat kepada Wali Kota Zulkifli H. Adam dan Wakil Wali Kota Suradji Junus untuk menjaga Pulau Rondo agar tidak diambil India.
"Kita ambil Andaman aja kalau begitu, karena dekat. Tapi kalau tidak, jaga itu Pulau Rondo biar tidak diambil India. Walaupun ini bercanda tapi kita harus hati-hati juga," katanya disambut tawa para tamu undangan yang hadir dalam pelantikan tersebut.