Penjelasan TNI AD soal Rencana Rekrutmen 24 Ribu Tamtama Buat Pertanian

Rekrutmen 24 ribu tamtama merupakan bagian dari fungsi teritorial, yang menurutnya merupakan bagian dari jati diri TNI sebagai tentara rakyat.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Penjelasan TNI AD soal Rencana Rekrutmen 24 Ribu Tamtama Buat Pertanian
Penjelasan TNI AD soal Rencana Rekrutmen 24 Ribu Tamtama Buat Pertanian (Merdeka.com)

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) memastikan profesionalisme prajurit tidak akan berkurang meski tengah mengembangkan satuan teritorial baru guna mendukung program ketahanan pangan dan pembangunan daerah. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Wahyu Yudhayana.

Pernyataan ini disampaikan Wahyu saat menghadiri pameran Indo Defence 2024 di Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (11/6), menanggapi beragam respons publik terhadap rekrutmen 24 ribu prajurit tamtama.

“Tidak akan ada yang berkurang berkaitan dengan tingkat profesionalisme TNI Angkatan Darat di saat kita membuat konsep penataan pengembangan satuan,” ujar Wahyu.

Dari Rakyat, untuk Rakyat

Wahyu menjelaskan, TNI AD memiliki dua fungsi utama: tempur dan teritorial. Rekrutmen 24 ribu tamtama merupakan bagian dari fungsi teritorial, yang menurutnya merupakan bagian dari jati diri TNI sebagai tentara rakyat.

“Kita berasal dari rakyat, sehingga menyatu, membina, dan menyiapkan rakyat, agar sewaktu-waktu dibutuhkan siap untuk melaksanakan upaya pertahanan negara,” jelas Wahyu.

Brigjen Wahyu menekankan, pelaksanaan fungsi teritorial tidak hanya berkutat pada pelatihan militer, tetapi juga pada peran TNI dalam meningkatkan kesejahteraan, pendidikan, dan ketahanan pangan masyarakat. Ini termasuk ke dalam kategori Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

“Kalau pemerintah memiliki program-program yang mencoba meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menjamin pangan, memberikan pendidikan yang baik, tentu kita harus mendukung. Karena itu juga amanah tugas TNI dalam OMSP,” jelasnya.

Fungsi Tempur Tetap Prioritas

Ia memastikan, meskipun ada penambahan peran dalam fungsi sosial dan kemasyarakatan, fungsi tempur dan penguatan alutsista TNI AD tetap berjalan secara paralel.

“Kita terus menyiapkan, terus meningkatkan kemampuan personel dan alutsista kita melalui program-program, latihan, peremajaan,” tegas Wahyu.

Terkait kritik masyarakat sipil terhadap perluasan peran TNI AD dalam pembangunan daerah, Wahyu menyatakan, pihaknya terbuka terhadap setiap masukan.

“Kami menerima dengan baik segala saran, masukan, kritik dari semua elemen. Itu kami anggap sebagai wujud kecintaan masyarakat kepada TNI AD,” ungkapnya.

Brigjen Wahyu juga menjelaskan, proses pembentukan batalion-batalion teritorial saat ini masih dalam tahap survei lokasi, dengan prioritas di wilayah kabupaten/kota yang belum memiliki satuan setingkat batalion.

“Sehingga apabila ada langkah-langkah untuk pertahanan pangan, membantu masyarakat, atau bencana alam, pemerintah daerah tidak perlu kesulitan lagi,” ujar dia.

“Insya Allah konsepnya sangat baik, tujuannya baik untuk masyarakat,” pungkasnya.

Rekomendasi