Jari-jarinya bermain lincah di atas feed gitar. Tak berapa lama melodi Still Got The Blues karya Garry Moore. Dari gitar berwarna coklat ini petikan senar gitar itu mengalun.
Seorang pemuda menggunakan kaos berwarna hitam tampak asyik memainkan gitarnya di atas panggung kecil. Tatapannya penuh semangat dan menyapu para penonton yang malam itu hadir.
Lagu Still Got The Blues ini menjadi pembuka penampilan Farrel and Friends di Bro n Brew, sebuah kafe di bilangan Seturan, Sleman.
Pemuda yang tengah memainkan gitar itu adalah Immanuel Farrel Sigit Laksono. Sepintas tak ada yang berbeda dari Farrel, begitu pemuda berusia 25 tahun itu biasa disapa, saat memainkan gitar listriknya di atas panggung. Jari-jarinya lincah, energinya meluap-luap, komunikatif dan mampu menguasai emosi penonton.
Di salah satu sudut, Bro n Brew Seturan tampak seorang pria berambut plontos, badan kekar dengan gelang akar bahar di tangannya nampak terharu melihat Farrel bermain gitar. Sesekali jarinya mengetuk-ketuk meja cafe mengikuti irama melodi dari gitar yang dimainkan Farrel. Farrel sesekali melihat pria ini dengan tersenyum.
Pria ini adalah Hermawan Sigit Wibowo yang biasa disapa Iwan Tatto, ayah dari Farrel. Iwan menceritakan jika penampilan anaknya di atas panggung berbeda dengan kehidupan sehari-hari. Di atas panggung, kata Iwan, Farrel seperti menemukan dunia sebenarnya dan menjadi sosok yang lain.
"Farrel ini pengidap Sindrom Tourette Piramidal. Farrel divonis mengidap sindrom ini sejak berusia 15 tahun," kata Iwan Tato, Selasa 27 Mei 2025 malam.
Apa Itu Syndrom Tourette Piramidal
Sindrom Tourette Piramidal ini merupakan gangguan pada kerja syaraf sensorik dan motorik yang tak seimbang sehingga membuat seseorang yang mengidapnya ini ada semacam delay atau ketertundaan antara perintah dari otak ke anggota tubuh lainnya.
"Sindrom Tourette Piramidal ini membuat Farrel kadang harus melakukan gerakan mengulang-ulang untuk satu aktivitas. Semisal mau memegang gelas, Farrel harus memegangnya berulang-ulang baru kemudian bisa memegang," terang Iwan.
Iwan menerangkan saat tidak memegang gitar, Farrel baru menampakkan Sindrom Tourette Piramidal yang diidapnya. Namun saat bermain gitar, Farrel bisa menjadi sosok yang lain.
"Gitar itu salah satu keajaiban Tuhan untuk Farrel. Di saat Farrel bermain gitar, sindrom itu bisa dikendalikan. Kalau pas main gitar gak kelihatan Sindrom Tourette Piramidal yang diidap Farrel, pokoknya beda banget dia kesehariannya dengan saat main gitar di atas panggung," terang Iwan.
Perkenalan Farrel dengan gitar ini, lanjut Iwan berawal dari ketidak sengajaan. Saat awal mengalami Sindrom Tourette Piramidal ini, Farrel harus bolak-balik ke rumah sakit untuk pemeriksaan dan rawat inap. Selama beberapa minggu dirawat di rumah sakit, Farrel yang bosan kemudian meminta dibawakan gitar. Saat itu, Farrel belum bisa bermain gitar, hanya sekadar menyentuh dan memainkan senar gitar ala kadarnya.
"Farrel bilang ingin belajar bermain gitar. Dengar permintaan Farrel ini dan ngelihat dia mulai main gitar ini akhirnya saya panggilkan guru gitar. Namanya Mas Ratmaji atau Mas Majek, dia yang ngajari Farrel main gitar hingga bisa," tutur Iwan.
Iwan menerangkan dari gitar inilah Farrel mulai menata ulang lagi kehidupannya. Usai rampung sekolah SMP, Farrel akhirnya memilih untuk meneruskan sekolahnya di Sekolah Menengah Musik (SMM) atau SMK Negeri 2 Kasihan.
Di sekolah itu, Farrel mengambil spesialisasi kelas gitar. Farrel pun mulai mendalami secara serius permainan gitar.
Kecintaan pada Musik Blues & Classic Rock
Iwan menceritakan dalam bermain gitar, Farrel banyak terpengaruh oleh musik blues dan classic rock. Pink Floyd, Led Zeppelin dan Jimi Hendrix banyak memberi warna pada permainan gitar Farrel. Bahkan saking sukanya dengan Pink Floyd, Farrel memilih nama Farrel Floyd sebagai nama panggungnya.
Bagi Iwan memiliki anak dengan kebutuhan khusus bukanlah sebuah hal yang harus disesali. Iwan menganggap Farrel adalah titipan spesial dari Tuhan dengan segala keistimewaan yang ada di dirinya.
"Memiliki anak berkebutuhan khusus itu adalah sesuatu yang indah dari Tuhan lewat keistimewaan yang diberikan. Bagi orang tua lain yang memiliki anak dengan kebutuhan khusus jangan berkecil hati. Terus cari potensi apa yang ada di anak kita," ungkap Iwan.
"Setiap anak punya potensinya masing-masing. Terus digali saja, seperti Farrel ini. Potensinya dibidang musik khususnya gitar. Saya kok percaya tidak mungkin Tuhan itu tidak memberikan sesuatu yang spesial dari anak-anak spesial ini. Pasti ada, jangan menyerah untuk terus mencarinya," pesan Iwan.
Saat ini, Farrel terus meniti karirnya lewat gitar. Selain membentuk Farrel and Friends, Farrel juga kerap tampil bersama Feel Good, Starlight, Stallion, Jamping Jack, Arya and The Mates dan Delilah. Pemilik akun Instagram @farrel_floyd ini juga rutin bermain disejumlah kafe-kafe di Yogyakarta, salah satunya tiap Selasa malam di Bro n Brew Seturan.
Advertisement