Pelaku Belum juga Ditangkap, Kesehatan Gadis ABK Korban Pelecehan di Stadion Sidolig Bandung Terus Menurun

Keluarga makin cemas karena pascakejadian itu, korban hingga kini belum datang bulan.

Aksara Bebey
Oleh Aksara Bebey - Reporter
Pelaku Belum juga Ditangkap, Kesehatan Gadis ABK Korban Pelecehan di Stadion Sidolig Bandung Terus Menurun
Pelaku Belum juga Ditangkap, Kesehatan Gadis ABK Korban Pelecehan di Stadion Sidolig Bandung Terus Menurun (Merdeka.com)

ABG berkebutuhan khusus menjadi korban pelecehan di Stadion Sidolig, Kelurahan Kacapiring, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung. Kerabat korban, Estiani (23), menyebut kesehatan korban menurun pasca kejadian memilukan itu.

"Iya sakit, tapi sekarang kondisi korban sudah mulai membaik," katanya saat dihubungi wartawan, Selasa (27/5).

Keluarga makin cemas karena pascakejadian itu, korban hingga kini belum datang bulan. Padahal biasanya, periode ini korban haid.

Pihak keluarga sudah mencoba melakukan testpack kepada korban pada pertengahan Mei lalu, tetapi hasilnya negatif. Rencananya, pengecekan akan dilakukan lagi awal Juni.

“Kita juga ketakutan kalau korban ada apa-apa. Karena sejauh ini korban belum haid. Biasanya korban haid pertengahan bulan, ini akhir bulan belum haid,” ujarnya.

Estiani mengatakan pihaknya sudah melapor ke polisi sejak 6 Mei 2025 lalu. Pihak pelapor telah diperiksa, dan korban telah menjalani visum di RS Sartika Asih, juga pemeriksaan psikologi ke psikolog.

Namun, hingga saat ini terduga pelaku masih belum ditangkap.

Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Abdul Rachman, mengatakan saat ini proses penyelidikan masih terus dilakukan. Ada sebanyak 2 orang saksi yang diperiksa.

"Sementara 2 saksi yang diperiksa," ucap Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP Abdul Rachman saat dikonfirmasi.

Abdul mengatakan, pihaknya belum bisa meminta keterangan langsung dari korban karena kendala kesehatan yang dialami gadis tersebut.

“Untuk korban sendiri belum bisa kami minta keterangan karena kondisi yang belum memungkinkan. Kondisi korban yang infonya dari keluarga masih sakit,” katanya.

Kronologi

Diberitakan, nasib pilu dialami oleh seorang remaja perempuan berusia 15 tahun, berkebutuhan khusus. Ia menjadi korban dugaan pelecehan, di kawasan Stadion Sidolig, Kelurahan Kacapiring, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung.

Mirisnya, menurut kerabat korban, Estiani (23), peristiwa memilukan itu dialami korban hingga tiga kali. Yaitu pada bulan Februari dan Mei 2025.

"Itu teh 3 kali, sama pelaku pertama 2 kali, sama pelaku kedua 1 kali, terus ada pelaku yang lain 1 kali juga," katanya saat dihubungi, Senin (26/5).

"Berhubungan badan, itu mah. Sudah ke tahap yang ditidurin," sambung dia.

Dia mengatakan korban mendapat pelecehan di dua tempat di lingkungan stadion tersebut. Satu di dalam stadion, dan yang lainnya di salah satu tempat jualan terduga pelaku.

"Menurut keterangan korban, terjadi di dalam stadion Persib, stadion Sidolig, yang di Ahmad Yani. Pas lagi mau jajan, kaya beli bakso," ucapnya.

"Jadi 3 pelaku 2 TKP. Siang. Yang satu pedagang bakso, temannya pedagang bakso itu, ketiganya tukang dagang kupat tahu," katanya.

Estiani mengatakan tindak pelecehan terhadap korban terungkap dari gelagatnya. Korban awalnya tak bercerita tentang hal tersebut. "Dari jalannya keliatan enggak biasa. Awalnya korban pas ditanya enggak cerita, enggak bicara apa-apa, ke saya enggak ngaku. Pas ditanya lagi sama dokter, baru cerita," kata dia.

Estiani bilang korban memang tinggal di kediaman seorang dokter, seperti dirinya. Itu karena Ibu korban dulu sempat bekerja dengan dokter tersebut sebagaimana Estiani juga.

"Jadi tinggalnya dengan dokter. Karena dulu ibunya di sini kerja jadi ikut," ucapnya.

"Sekarang ibunya enggak di sini, jadi diasuh sama dokter yang punya rumah," imbuh dia.

Rekomendasi