Tahukah Anda? Bulog Kediri Salurkan 2.392 Ton Beras SPHP, Target Capai Puluhan Ribu Ton!

Perum Bulog Kantor Cabang Kediri telah menyalurkan 2.392 ton beras SPHP, mendekati 11,1% dari target. Penasaran bagaimana Bulog Kediri memastikan ketersediaan pangan?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Bulog Kediri Salurkan 2.392 Ton Beras SPHP, Target Capai Puluhan Ribu Ton!
Perum Bulog Kantor Cabang Kediri telah menyalurkan 2.392 ton beras SPHP, mendekati 11,1% dari target. Penasaran bagaimana Bulog Kediri memastikan ketersediaan pangan? (Merdeka.com)

Perum Bulog Kantor Cabang Kediri telah berhasil menyalurkan total 2.392 ton beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada masyarakat. Penyaluran ini merupakan bagian penting dari upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di wilayah Kediri dan sekitarnya.

Pemimpin Bulog Kediri, Harisun, menyatakan bahwa capaian ini telah mencapai sekitar 11,1 persen dari target keseluruhan 21.351 ton hingga Desember 2025. Proses distribusi dilakukan secara masif melalui berbagai kanal untuk memastikan jangkauan luas kepada konsumen.

Kerjasama erat dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, toko tradisional, toko modern, hingga Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi kunci utama. Hal ini bertujuan untuk memudahkan akses masyarakat terhadap beras SPHP dengan harga terjangkau, terutama saat program Gerakan Pangan Murah (GPM).

Strategi Penyaluran Beras SPHP yang Masif

Perum Bulog Kantor Cabang Kediri mengimplementasikan strategi penyaluran beras SPHP yang masif dan terkoordinasi. Mereka berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah setempat, aparat TNI, serta kepolisian. Kemitraan ini memastikan bahwa distribusi beras SPHP dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara efektif.

Selain itu, Bulog juga menggandeng toko-toko di pasar tradisional dan toko modern untuk memperluas jangkauan distribusi beras SPHP. Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih juga menjadi salah satu mitra penting dalam upaya distribusi ini. Pendekatan multi-saluran ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian target penyaluran yang telah ditetapkan.

Program Gerakan Pangan Murah (GPM) juga dimanfaatkan sebagai salah satu kanal penyaluran beras SPHP. Melalui GPM, masyarakat dapat membeli bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Ini merupakan langkah konkret Bulog Kediri dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga pangan.

Harga Terjangkau dan Daya Beli Masyarakat

Beras SPHP yang disalurkan oleh Bulog Kediri dijual dengan harga Rp57.000 per kemasan 5 kilogram. Harga ini secara signifikan lebih murah dibandingkan beras medium dengan kualitas serupa di pasar lokal. Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium di Kediri adalah sekitar Rp13.500 per kilogram.

Kabulog Harisun menjelaskan bahwa kerjasama dengan manajemen toko modern dan ritel merupakan bagian dari strategi yang telah dievaluasi. Ini bertujuan untuk meningkatkan daya beli masyarakat dari berbagai segmen. Masyarakat menengah ke atas yang jarang berbelanja di pasar tradisional kini juga dapat mengakses beras SPHP dengan mudah.

Pembelian beras SPHP di toko modern dibatasi maksimal dua bungkus isi 5 kilogram per konsumen. Pembatasan ini diterapkan untuk memastikan pemerataan distribusi dan mencegah penimbunan. Langkah ini juga menjaga ketersediaan stok bagi seluruh masyarakat yang membutuhkan.

Peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) memainkan peran vital dalam jaringan distribusi Bulog Kediri. Banyak KDMP telah bermitra secara resmi untuk menjual beras SPHP kepada anggotanya dan masyarakat sekitar. Saat ini, 12 KDMP telah mendapatkan izin resmi, termasuk tujuh koperasi di Nganjuk serta sisanya di Kabupaten dan Kota Kediri.

Setiap KDMP diizinkan mengambil pasokan beras SPHP sebanyak 2 ton per pengambilan dari Bulog. Jika stok habis, koperasi dapat mengajukan pengambilan kembali untuk memenuhi kebutuhan. Namun, Bulog tetap menerapkan unsur kewajaran dalam frekuensi pengambilan untuk menjaga stabilitas pasokan.

Pembatasan ini bertujuan untuk menghindari praktik spekulasi atau penimbunan yang dapat mengganggu ketersediaan beras di pasar. Dengan demikian, pasokan beras SPHP dapat terus tersedia secara merata di seluruh wilayah. Kerjasama ini memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa dan kelurahan secara berkelanjutan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi