Aksi nekat dilakukan seorang penjaga sekolah di Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Pria bernama Sholeh menyegel SMP Satu Atap (Satap) Ranuyoso secara sepihak usai mendapat informasi dirinya akan dirumahkan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Lumajang, Nugraha Yudha Murdianto menjelaskan, penutupan sekolah terjadi, Senin (14/4). Akibatnya, kegiatan belajar mengajar bagi sekitar 90 siswa terganggu selama dua hari.
“Penutupan dilakukan karena yang bersangkutan mendapat kabar bahwa dirinya dirumahkan akibat kebijakan penataan pegawai non-ASN dan non-database dari BKN,” ujar Yudha, Rabu (16/4).
Advertisement
Pelaku Mengaku Salah
Merasa kecewa, Sholeh pun bereaksi dengan cara menyegel ruang kelas. Namun Yudha menegaskan, Dindikbud tidak pernah memberhentikan tenaga kependidikan, meskipun ada instruksi penataan dari pemerintah pusat.
“Kami menyerahkan kebijakan tersebut ke masing-masing lembaga. Karena sebenarnya, tenaga kependidikan masih bisa dibiayai dari Dana BOS,” jelasnya.
Ketegangan setelah dilakukan mediasi antara Dindikbud, Forkopimca dan Sholeh pada Selasa (15/4). Dalam pertemuan itu, Sholeh mengakui kekeliruannya dan bersedia membuka kembali ruang kelas yang disegel.
“Alhamdulillah, yang bersangkutan menerima penjelasan kami dan menyadari tindakannya. Insya Allah proses belajar mengajar kembali berjalan normal,” tutup Yudha.