Pemerintah Kota Bandung sedang merencanakan untuk memberikan subsidi kepada sekolah swasta di Kota Bandung menjelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menjelaskan, strategi untuk mewujudkan rencana ini sedang dalam tahap penyusunan. Ia menegaskan bahwa setiap anak yang berada dalam usia pendidikan di Kota Bandung berhak mendapatkan akses untuk belajar dengan baik.
"Dua hal yang harus menjadi konsen kita (Pemkot Bandung), yaitu kesempatan sekolah di semua lapisan dan pemberian subsidi di sekolah swasta," ungkap Farhan dalam keterangan tertulis yang dikutip pada Senin, 7 April 2025.
Mengenai rencana subsidi tersebut, Farhan menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan klasifikasi terhadap sekolah swasta. Sekolah-sekolah yang termasuk dalam klasifikasi rendah akan menerima bantuan subsidi dari Pemkot Bandung.
Di sisi lain, sekolah swasta yang memiliki akreditasi A dianggap sudah mandiri. Hal ini dikarenakan predikat A menunjukkan bahwa sekolah tersebut memperoleh nilai akreditasi antara 91-100, yang menunjukkan kualitas yang sangat baik. Farhan menjelaskan bahwa akreditasi dapat menjadi indikator bahwa sekolah tersebut memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.
"Akreditasi A itu bisa mandiri, nanti yang paling bawah (akreditasi) harus di subsidi, bayar SPP (Sumbangan Pembinaan Pendidikan)," jelas Farhan.
Advertisement
Sumber Dana
Mengenai sumber dana untuk subsidi, Farhan menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen untuk memaksimalkan alokasi dana tersebut.
"Uangnya kita cari. Karena diwajibkan anggaran pergeseran itu untuk ruang kelas baru. Kita upayakan untuk alokasi subsidi ini juga," tegasnya.
Selain itu, Farhan juga menekankan bahwa sekolah swasta tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai sumber lapangan pekerjaan.
Ia menyatakan bahwa di dalam sekolah swasta terdapat berbagai profesi, seperti kepala sekolah, guru, karyawan, hingga pengelola kantin.
"Kita pertahanan agar lapangan pekerjaan ini tetap berjalan optimal. Karena dalam sekolah swasta itu ada pemilik yayasan, pegawai sekolah, para guru sampai kantin yang ada. Itu akan kita upayakan," pungkasnya.
Penulis: Arby Salim