Produk pangan berbahan zat kimia berbahaya ditemukan di sejumlah lapak pasar modern di Kota Tangerang Selatan. Para pedagang mengaku tidak mengetahui produk pangan yang dijual mengandung zat-zat kimia tak patut konsumsi.
"Sempat ada temuan di Pasar 8 Alam Sutera ada formalin di tahu," ungkap Kepala BPOM Tangerang M Sony Mughofir, Rabu (19/3).
Diterangkan Mughofir, berdasaran pemeriksaan sampling petugas di Pasar Lapan Alam Sutera, bahan pangan dari kacang kedelai yang dijual salah satu pelapak menggunakan pengawet mayat, pembunuhan hama yang juga banyak digunakan kalangan industri. Begitu juga di Pasar Modern BSD petugas mendapati tahu serta mi kuning mengandung formalin.
"Dia bisa jadi radikal bebas yang mempengaruhi sel. Bisa jadi CA (cancer atau kanker)," ungkap dia.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tangsel, Abdul Azis membenarkan adanya temuan tahu berformalin di Pasar Lapan Alam Sutera dan Modern BSD.
Atas temuan tersebut, Disperindag Kota Tangsel meminta kepada pengelola pasar untuk tidak lagi menjual bahan-bahan mengandung zat-zat berbahaya.
"Mereka komplain kepada distributor. Karena kan pedagang ada beberapa yang beli putus," katanya.
Menurut keterangan dari sejumlah pedagang yang kedapatan menjual bahan pangan mengandung zat kimia berbahaya itu, mengakui bahwa mereka tidak mengetahui kondisi bahan makanan yang dijual mengandung zat kimia berbahaya.
"Di Pasar Modern BSD bukan cuma formalin sih. Ada pewarna tahu, bolu kukus," tandas dia.