Masyarakat nelayan Tanjung Pasir, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang berharap pelaku dan dalang pemagaran laut diusut tuntas dan dijatuhi sanksi pidana berat. Sebab, mereka khawatir setelah pagar laut dibongkar, tidak diusut dalang pemasangannya.
"Saya pengen ini diusut tuntas dari pelakunya, dari sisi pidana hukum jangan setelah pencabutan selesai. Tapi diusut sampai tuntas, siapa pelaku dan dalangnya,” ujar K, salah satu nelayan Tanjung Pasir ditemui di Pos AL, Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Kamis (13/2).
Petugas gabungan yang terdiri dari TNI AL, Kementerian Kelautan dan Perikanan serta masyarakat nelayan Tangerang sampai hari ini masih terus melakukan pembongkaran pagar bambu laut Tangerang. Dari 30 km, kini tersisa 1,6 KM. Pembersihan bambu ditargetkan rampung pada hari ini.
K mengaku senang dan tenang karena aktifitas masyarakat nelayan berangsur pulih setelah pagar laut dibongkar. Bahkan tangkapan mereka menjadi 30-50 Kg, atau bertambah 50 dari sebelumnya.
“Aktivitas lebih leluasa, enggak ada kendala lagi. Semuanya normal dan berjalan lancar,” ujarnya.
Setelah semua pagar bambu dibongkar, Kadit dan para nelayan berharap kejadian serupa tak terulang lagi. Mereka berpesan pada pihak terkait untuk benar-benar mengawasi. Termasuk kepada personel TNI AL yang berpatroli.
“Kami imbau TNI AL ini kalau ada kabar dari nelayan langsung ditanggapi saja, enggak seperti kemarin. Walau kelihatan di depan mata, tetapi enggak ada tanggapan,” ujar dia.