Hampir satu bulan, pecatan prajurit TNI Sertu Hendri belum juga tertangkap. Dia diburu lantaran menembak anggota Subdempol TNI Serma Rendi di Belitung, Bangka Belitung, saat upaya penangkapan.
Kapendam II Sriwijaya Kolonel Inf Paiman mengungkapkan, petugas gabungan TNI dan Polri masih menyisir lokasi yang diduga menjadi tempat perburuan Sertu Hendri. Beberapa lokasi didatangi namun tidak ada hasil.
"Sampai saat ini masih terus dilakukan upaya pencarian ke tempat yang kemungkinan menjadi persembunyian keberadaan yang bersangkutan," ungkap Kapendam II Sriwijaya Kolonel Inf Paiman, Selasa (4/2).
Paiman menyebut petugas sempat dibuat kecele saat menemukan sosok yang mirip dengan Sertu Hendri. Namun dari interogasi pria tersebut bukan orang yang dicari.
"Tim pernah ketemu sama orang yang mirip di Belitung, begitu mau ditangkap ternyata salah orang, cuma mirip," kata Paiman.
Advertisement
Sempat Terlacak Komunikasi dengan Keluarga
Paiman mengatakan, pelaku Sertu Hendri sempat komunikasi dengan keluarganya. Dari situ petugas langsung bergerak mengejar keberadaan pelaku.
"Ya, beberapa waktu lalu ada komunikasi sama keluarga, sudah lama," kata Paiman.
Paiman memastikan tim gabungan terus mencari pelaku hingga tertangkap. Namun ia tidak menyebut apakah pelaku masih berada di Babel atau sudah keluar pulau.
"Tidak perlu saya jelaskan di mana, yang pasti masih dicari, doakan saja mudah-mudahan segera tertangkap," kata Paiman.
Advertisement
Duduk Perkara Kasus
Diberitakan sebelumnya, penembakan berawal saat petugas dari Subdempom TNI hendak menangkap Sertu Hendri setelah menerima laporan ancaman kekerasan oleh istrinya, Minggu (12/1) malam. Tahu kedatangan petugas, pelaku memadamkan lampu rumahnya.
Tak lama kemudian, dia keluar dan menyandera Serma Rendi dan membawanya kabur menggunakan mobil. Sertu Hendri turut membawa senjata api. Di tengah perjalanan, Serma Randi yang berusaha kabur ditembak dan ditemukan oleh seorang warga di jalan Buluhtumbang-Air Seruk, Belitung.
Keesokan harinya, pelaku diketahui berada di rumah mertuanya di Jalan Anwar Aid, Kelurahan Kampung Damai, Tanjungpandan. Tim gabungan yang terdiri dari TNI, dan Batalyon B Satbrimobda Polda Bangka Belitung mengepung.
Tim gabungan sempat melakukan negosiasi dengan pelaku untuk menghindari upaya paksa karena pelaku memegang senjata api dan bersembunyi di kawasan padat penduduk. Namun pelaku juga tidak menyerahkan diri sehingga tim gabungan melakukan upaya paksa dengan menembakkan gas air mata ke dalam rumah.
Tim juga melakukan penyergapan terhadap pelaku di rumah lokasi persembunyian itu. Akan tetapi pelaku tidak ditemukan dalam rumah tersebut dan diduga sudah melarikan diri dari kepungan petugas. Pelaku diduga kabur melalui gorong-gorong yang mengarah ke luar rumah.