Beri 51 Kapal Tangkap Ikan buat Nelayan, Mensos Risma: Jangan Dijual Meski Terpaksa

"Saya mohon, sengaja mau bicara sama para nelayan. Bapak-bapak yang bisa mengubah nasib seseorang itu adalah kita sendiri, bukan orang lain," kata Risma saat menyerahkan bantuan kepada nelayan di Sungailiat Kabupaten Bangka.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Beri 51 Kapal Tangkap Ikan buat Nelayan, Mensos Risma: Jangan Dijual Meski Terpaksa
Mensos Risma beri 51 kapal tangkap ke nelayan. ©2023 Merdeka.com

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini memberikan bantuan 51 kapal penangkapan ikan kepada nelayan di Kabupaten Bangka dan Bangka Belitung, Provinsi Bangka Belitung, Selasa (4/7). Risma meminta nelayan tak menjual kapal yang diberikan, meski dalam kondisi terpaksa.

"Saya mohon, sengaja mau bicara sama para nelayan. Bapak-bapak yang bisa mengubah nasib seseorang itu adalah kita sendiri, bukan orang lain," kata Risma saat menyerahkan bantuan kepada nelayan di Sungailiat Kabupaten Bangka.

"Karena itu disampaikan, jangan terpaksa apapun, jangan kita sampai, kemudian alat untuk usaha bisa Bapak itu jual," sambungnya.

Dia paham betul bahwa kondisi para nelayan yang mayoritas anak buah kapal (ABK) masih dalam lingkaran kemiskinan. Untuk itu, Risma menekankan bahwa bantuan kapal tersebut diberikan untuk meningkatkan kesejahteraan para nelayan.

"Kenapa? Karena dengan alat (kapal) itulah sebetulnya kita bisa lebih sejahtera," ujarnya.

Mantan Wali Kota Surabaya itu menuturkan dirinya juga akan memberikan bantuan berteknologi tinggi yang dapat mengundang ikan. Risma menyebut alat yang dikembangkan oleh mahasiswa ini sedang dalam proses memesan alat tersebut. "Saya nanti akan cek kalau alat saya untuk pengundang ikan dan sudah jadi, saya akan bantu kepada bapak sekalian," tutur Risma.

Dia menjelaskan alat ini nantinya dapat menghemat bahan bakar minyak (BBM) nelayan. Namun, Risma meminta para nelayan untuk rajin merawat kapal yang diberikan Kementerian Sosial.

"Jadi tujuannya apa? untuk menghemat BBM. Kalau bisa menghemat BBM, karena ikan akan datang. Jadi bukan bapak cari ikannya, tapi ikan itu akan datang. Itu bisa dibuktikan," jelas dia.

"Nanti kami akan bantu alat itu juga. Tapi tolong dipelihara kapalnya. Kemarin kan kita buat kapal bersama-sama. artinya, kalau kapal itu rusak kita bisa perbaiki," sambung Risma.

Sebagai informasi, 51 kapal tersebut berjenis fiber. Sebanyak 15 kapal dibuat di Sungai Liat, 10 unit di Belinyu, dan 26 unit di Toboali Bangka Selatan;

Dengan mesin berkapasitas mesin 30 HP, kapal dapat dipacu dengan kecepatan maksimal 8 knot. Sedangkan daya tampung ikan maksimal adalah 2 ton.

Total bantuan berupa 51 unit kapal penangkap ikan 5GT senilai total Rp13.230.862.000.

Selain kapal nelayan, Kemensos melalui Sentra Mulya Jaya di Jakarta memberikan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) berupa 7 alat bantu dengar untuk 2 lansia dan 5 penyandang disabilitas rungu wicara asal Sungailiat

Kecanggihan

Risma membeberkan kapal penangkapan ikan yang diberikannya tersebut memiliki fasilitas teknologi Global Positioning System (GPS). Dengan begitu, para nelayan dapat terdeteksi apabila hilang saat sedang mencari ikan di lautan.

"Jadi kapal yang ada ini ada GPS-nya. Jadi kalau Bapak melaut, kesasar, Bapak bisa ditemukan dan dicari," ujarnya.

Tak hanya itu, kata Risma, para nelayan juga dapat berkomunikasi dengan sesama nelayan lain yang di laut maupun daratan. Disisi lain, Risma juga akan memberikan alat berteknologi tinggi yang dapat mengundang ikan.

Adapun alat tersebut dikembangkan oleh mahasiswa perguruan tinggi telekomunikasi. Risma menyebut pihaknya saat ini sedang dalam proses memesan alat tersebut.

"Jadi Bapak/Ibu akan tau ikan itu akan datang, menuju ke tempat itu. Sekarang lagi dibikinkan. Saya lagi pesan, kemarin ada penemuan mahasiswa Institut Telkom. Nanti saya akan bantu kalau sudah jadi," jelas Risma.

"Saya nanti akan cek kalau alat saya untuk pengundang ikan dan sudah jadi, saya akan bantu kepada bapak sekalian," sambungnya.

Reporter: Lisza Egeham?Liputan6.com

Rekomendasi