Perasaan Kapolri Seusai Lantik Wakapolri: Kalau Bahasa Gaulnya Nano-Nano

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melantik Komjen Agus Andrianto sebagai Wakapolri menggantikan Komjen Gatot Eddy Pramono, Senin (3/7). Seusai pelantikan, Sigit mengungkapkan perasaannya pada hari ini bercampur aduk.

Rahmat Baihaqi
Oleh Rahmat Baihaqi - Reporter
Perasaan Kapolri Seusai Lantik Wakapolri: Kalau Bahasa Gaulnya Nano-Nano
Komjen Gatot Eddy Pramono memasuki masa pensiun dari anggota Polri. ©2023 Merdeka.com/Imam Buhori

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melantik Komjen Agus Andrianto sebagai Wakapolri menggantikan Komjen Gatot Eddy Pramono, Senin (3/7). Seusai pelantikan, Sigit mengungkapkan perasaannya pada hari ini bercampur aduk.

"Hari ini tuh kalau bahasa gaul jadi nano-nano, ada sedihnya tapi semua jadi satu, tapi itulah kita yang sekarang," kata di Gedung PTIK, Jakarta Selatan.

Dalam kesempatan itu, Sigit mengenang masa-masa saat dirinya didampingi Gatot tiga tahun lebih. Menurut dia, pergantian polisi nomor dua di Indonesia itu merupakan hal yang wajar dan akan diteruskan pada generasi selanjutnya.

"Yang tentunya jadi bagian yang memang kita jalani sebagai seorang anggota Polri ada perjalanan di mana satu estafet kepemimpinan itu terjadi," ucap Sigit.

"Banyak kenangan yang beliau ukir, saya kira ini jadi PR bagi wakapolri baru apa yg dicapai beliau, bersama-sama kita terus berjuang," sambungnya.

Kenang Masa-Masa Sulit

Jenderal bintang empat juga mengungkapkan selama didampingi Gatot banyak masa-masa sulit yang harus dihadapkan di korps Bhayangkara. Seperti halnya pada saat pemilu 2019 dengan dibentuknya Satgas Nusantara untuk mencegah politik identitas dan polarisasi.

"Di mana dalam perjalanannya kita semua lihat berdinas kemudian masuk masa-masa sulit 2019, Satgas Nusantara sekarang ini kita aktifkan lagi untuk pemilu ini. Tentu kita semua akan lanjutkan itu," ungkapnya.

Memasuki pada tahun 2020, Listyo Sigit melanjutkan bahwa seluruh dunia dihadapkan dengan pandemi Covid-19. Pada saat pandemi itu pula aparat kepolisian yang selalu bertugas di belakang harus turun ke lapangan.

Pada masa itu pula sosok Gatot, dikatakan Sigit menjadi pribadi yang rajin mengabsen jajarannya untuk terus menangani Covid-19.

"Selama bersama saya banyak kenangan, tapi paling enggak kita menjalankan situasi sulit pada covid waktu itu. Beliau tiap hari ngabsenin rekan-rekan kapolda dan jajaran yang namanya penanganan Covid-19 sampai dengan vaksin itu jadi pekerjaan baru kita. Kita yang di belakang berubah jadi yang di depan," tuturnya.

Kenangan selanjutnya yakni pada saat perhelatan G20 yang diadakan di Bali pada 15 November 2022. Aparat kepolisian bersama TNI menjadi garda terdepan untuk penanganan keamanan saat tamu-tamu dari negara asing berdatangan.

"Tentunya soliditas dari atas ke bawah sehingga kemudian program ini berhasil," kata Sigit.

Rekomendasi