Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng menambah 7.930 kursi pada seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA dan SMK negeri tahun ajaran 2023/2024. Penambahan kuotamenjadi 225.701 kursi ini sebagai upaya memberikan pendidikan menyeluruh bagi setiap anak putus sekolah di Jateng.
"Karena jumlahnya (anak tidak sekolah/ATS) cukup banyak, maka ini ada penambahan kuota 7.930 menjadi 225.701 kursi sebagai upaya mengembalikan mereka ke sekolah," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng Uswatun Hasanah, Kamis (15/6).
Dia menyebut penambahan kuota ini bisa menjadi salah satu upaya penanggulangan kemiskinan di Jateng, yakni dengan memberikan pendidikan, sehingga masyarakat bisa keluar dari garis kemiskinan.
"Maka dari itu, pada PPDB tahun ini penambahan rombel (rombongan belajar) ada 122. Yaitu dengan jumlah per satu rombelnya adalah 36," jelasnya.
Advertisement
Meski terdapat penambahan kuota PPDB, tidak ada perubahan teknis maupun persyaratan. Hanya, calon siswa jalur afirmasi yang belum masuk data sistem PPDB, bisa mengisi form yang tertera pada web PPPD Disdikbud Jateng.
"Karena datanya sudah masuk di data sistem PPDB, sudah ada data by name by adress-nya. Kalau nanti data belum ada, di web PPDB akan ada form, bisa diunduh, diisi nama, identitas lengkap, dan TTD (tandatangan) kepala kecamatan. Itu (semua berkas) bawa ke sekolah kalau mereka belum masuk ke sistem, dan kuotanya 3 persen untuk afirmasi," pungkasnya.
Diketahui, sekitar 16.910 anak tidak sekolah atau putus sekolah tersebar di 17 kabupaten di Jateng. Mereka tinggal di kabupaten kemiskinan ekstrem (KKE). Namun dari total 16.910 ATS itu yang masuk kewenangan di SMA/SMK adalah yang berusia 15-18 tahun atau ada sekitar 6.993 anak.